a day with Dean

Meet Dean (read: DE – AN)

He is one of my adorable student at Indriya Home Schooling Program. Yesterday, he came to early, and miss Titin from Accounting asked Dean to sit beside me.

He loves music, and he always wanted me to play him something from my itunes. But yesterday, not only music, i gave him camera. and this what we got. 😀

dean1

we had fun!

dean2

*> Dean is a 20 years old boy with autism, and he is now function. Our home schooling program will allow him to graduate this July and start working in our management office as a staff. We are so proud of him and his supportive family.

Wish him luck!

[PENTING BUAT WANITA] bastards seeking for “love”

Udah lama saya nggak ke kantor Tebet, karena saya mulai diaktifkan di kantor pusat di Bogor. Berita – cerita yang hari ini saya dapatkan udah nggak bisa nahan saya untuk keep bungkam dan pura-pura nggak tau atas sebuah tindakan kriminal yang mengatas namakan cinta.. (berat yee bahasa saya)..

Kenapa akhirnya ini jadi pentting untuk saya? Padahal bukan saya yang mengalaminya. Karena saya sudah mendengar kisah ke LIMA dari orang-orang dekat saya yang satu sama lain sama sekali nggak pernah kenal. Sebelumnya saya minta maaf sama temen-temen saya kalau baca ini dan tersinggung. Ini semata-mata buat pembelajaran supaya nggak ada lagi yang jadi korban.

internet danger

Kejadiannya selalu bermula dari perkenalan di situs dating online, indonesia cup*d, mat*h.com or whatever. Korbannya (atau kebetulan karena semua yg cerita sama saya) adalah wanita – terutama (i’m sorry) yang sudah single lagi karena divorce, atau yang belum menikah diusia more than 30. Pelakunya ngaku-ngaku orang Inggris (biasanya), mengaku juga duda – atau udah tuir tapi belum menikah, biasanya punya anak 1 atau ibunya yang sakit-sakitan. Dia selalu bilang kalau keluarganya di Inggris sana kaya, tapi harta keluarganya hanya dikelola sama ibunya, jadi dia mesti segera ambil alih usaha keluarganya atau rumah keluarganya atau what ever, jadi dia mesti meninggalkan pekerjaannya yang which is pelaut, kerja jadi menejer di hotel atau pesiar, atau orang trading, atau perminyakan pokonya intinya pindah lokasi. (SERIOUSLY?!)

Dia punya seribu satu nama, yang penah saya denger adalah john smith, Alan (what ever).. dia punya cara ngerayu super yang pastinya bikin perempuan kelepek-kelepek.. Dia ngakunya nggak tau cara pake skype, tapi dia keen to use Yahoo messenger atau even call you to your cellphone. Yaa dia kan ngakunya di Inggris ya, jadi jam komunikasinya akan kurang lebih jam 10pm WIB.. Surely, dia tau cara “megang” emosi perempuan dengan kisah-kisah dia yang saya nggak tau kebenarannya. Tapi yang pasti dia akan masuk sampai area “I WILL MARRY YOU, TAKE YOU WITH ME, AND IF NECESSARY I WILL CHANGE MY RELIGION FOR YOU”..

What would makes you trust him adalah, karena dia janji untuk berkunjung ke tempat kita – all the way from London. Tapi in the end, rencana itu batal karena dia dan kerjaannya mesti singgah dulu di Dubai (or any east Asia Countries or Africa) dan beberapa hari susah di kontak, dan end up ada di Malaysia. Karena terlalu sibuknya, dia nggak akan pernah bisa mencapai Indonesia (atau dimana pun kita berada). Kecewa dong pasti sang wanita karena pujaannya nggak kunjung datang?! maka dia bilang “demi nunjukin kesungguhan, i will send you DIAMOND RING (atau barang mewah lainnya)” tapi kisah diamond ring ini akan berakhir dengan “RING KAMU KETAHAN DI BEACUKAI MALAYSIA, BISA NGGAK KAMU BANTU SAYA UNTUK TEBUS BARANG ITU, KARENA SAYA SIBUK/ NGGAK BISA TRANSAKSI/ CREDIT CARDNYA NGGAK BISA DI BEACUKAI, NANTI SAYA GANTI KALAU KITA KETEMU” Misalnya kita transfer, ya udah.. ringnya juga nggak akan dateng sih.. Tapi kalau nggak kita transfer, dia akan melanjutkan kisah cinta yang ada dan mulai cerita lagi soal ibunya yang meninggal, dan entah bagaimana dia akan minta kita untuk kirim uang kesana (yang which is kalau kita kirim, rekeningnya akan ada di Malaysia juga).. Kisah ibu meninggal bisa jadi bikin kita nggak tergerak kirim uang, jangan khawatir – dia masih punya cerita tentang mantan istrinya yang usaha banget ambil alih anaknya padahal istrinya nggak kerja dan selingkuh dengan orang lain.. Misalnya usaha ini nggak berhasil, dia akan punya cerita kalau dia punya temen atau malah usaha dia sendiri untuk menggandakan uang. Semacam jual beli saham sih ngakunya dan dia ajak sang wanita yang sedang deeply in love untuk ikut dalam usahanya itu.

romance_scams1

Sick!

Dan cerita-cerita fana tadi bisa dilakukan nggak berurutan, tergantung pribadi si wanita. Kejam banget ya, mempermainkan hati kayak gini!!

Believe it or not, jumlah uang yang bisa digasak sama bastrad ini bisa mencapai 25 Juta rupiah or more. Entah dalam bentuk apapun.. bisa cicil-mencicil sesuai cerita, bisa langsung to the point 25 Juta, tergantung pada kondisi si wanitanya juga. Intinya, HE WANTS YOUR MONEY.

love scam

Kejam? Indeed..

Apa yang lebih kejam dari ngegasak uang adalah, HE MAKES THE WOMEN FALL IN LOVE!! damn it! Dia benar-benar tau gimana caranya masuk ke comfort zone si korban dan makes her believe in him.

Kejadian kayak gini nggak cuman di Indonesia, tapi juga di banyak negara, dibanyak tempat. Gila yaa?!

Woman loses $25K in online dating scam

DAN BANYAK KISAH LAGI DI LINK INI

Online dating itu bisa aja ada yang sungguhan. But please ladies, jangan percaya mereka apalagi sampai kasih apa yang mereka “mau” sebelum kita benar-benar ketemu secara fisik dengan mereka, Ini sangat bahaya! Untungnya baru uang, harta, gimana kalau sampai nyawa kita yang hilang? Well, walau takdir nggak ada yang tau, but at least – kita jaga diri lah.

Ini semata-mata untuk kita waspada aja. Banyak juga laki-laki jadi korban, sama-sama kita belajar dari situasi ini, dan semoga nggak ada lagi yang jadi korban si bastrads ini. Dan yang ngerasa Bastards, kalau you guys nggak insyaf, GO TO HELL!

PS:
Orang Inggris itu punya akses yang super khas dan nggak mungkin diubah, apalagi mereka yang kerjanya di perkapalan.. Tanya dan kenalin pasangan date kamu ke temen kamu yang bahasa inggrisnya udah okey,  suruh mereka komunikasi untuk ngeyakinin apa dia betul orang Inggris atau orang manapun mereka ngakunya.

Orang bule tuh nggak segitunya kok.. they’re cool physically tapi gimana kamu tau kalau belum pernah ketemu? Photo?? photo mah banyak di google, tinggal cari aja.

Yang namanya penipu itu bisa siapa aja. Dan penipu sekaliber ini akan punya banyak cara untuk bikin kita masuk ke perangkap mereka, apalagi cuman disuruh bikin rayuan gombal. BEWARE 

May Allah always protects us from any kind of crimes.. amin

wabbit was here!

wabbit was here!

my truly mission is to find the real story about my ancestors.. but somehow, i’m enjoying traveling in this country..  a bit shy that i’m not traveling too much in my own country.. it’s because of some “strick rules” that i’m living in.

I am now traveling in Kyushu for filming Kokoronotomo TV program. NO! i am not working for metro tv.. feel blessed to be in this production team. to see Japan deeper and get ore insight and have more reason to love this country. well, I am proud to be Indonesian who travels a lot in Japan, even more than the local people here..  :p hehehe!!!

I was not a traveler. I was just a down town girl with a big dream. i just want to see the world, in anyways..

kakisayah

Now, because i feel like i have more “power” to step up and feel my freedom,  i am wearing this anklet..

Talking about this anklet, i made it my self when i went traveling with Taiji to visit Ryoko and Kenji in Fukuoka 2 years ago.. and funny, i will be in Fukuoka by the end of this journey – almost exactly anniversary of my beloved anklet.. :p

Actually i promise my mother to dismiss this anklet after my wedding day.. but Hopefully my mom will have mercy for me , so i can  still wearing this anklet.. :p

ow, should i make a petition, so i won’t have to loose it?? hehehe~

Nicest Taxi Driver I’ve ever met in Indonesia

Hari Kamis, si hari ini sebenernya agak dimulai dengan ke BT an yang disebabkan oleh *piiiiiiiip (bukan itu fokusnya). Jam 12 an lebih, ngedadak si langit berubah mendung, tapi si saya mesti cepet2 berangkat ke percetakan di benhil –> ke plasa indonesia ketemu bos Jaya buat ngambil paspor –> ke benhil lagi ambil cetakan –> belanja kertas –> pulang ke kantor tebet.

Nggak mungkin dan nggak juga bisa saya terbang.. kalau mesti naik bis, saya bingung ngejar jadwal saya yang jam 3 mesti nyampe thamrin.. kalau naik ojeg, bisa basah semua tas saya yang notabene ada 4, dan g mungkin kena hujan krn isinya dokumen..

Akhirnya naiklah taxi express DE 0801 dari pom pertamina kemang raya, sekitar stgh 1 mgkn ya.. Dari awal drivernya friendly.. awalnya saya pikir terlalu friendly buat mood saya yang super ancur. kita muter ampera, nyelip jeruk purut, naik flyover dannnn kejebak macet gara2 ujan. kilat sambar2, beta tatut…

Diperjalanan yang macet, driver ini udah wanti2 saya siapa tau saya orang sibuk, batre HP saya abis, saya bisa pinjem charger batre dia. hehehe~ canggih!

Sudirman, macet.. udah biasalah ya itu, dan nyampelah kita di benhil. pas saya nyetak, dia nungguin (ya secara belum bayar, pastinya ditungguin) tapi juga itu berkat ide dia, nungguin – krn sayanya g kepikiran kl hari ujan, pasti taxi susah. 

Dari benhil kita melanjut ke plasa indonesia. Sudirman masih ma’cre’ benge’, tapi guess what sodara sodari, eiyke bisa nyampe ke plasa indonesia tepat jam 2.55.. janjian jam 3 toh.. karena dia g bisa parkir, ya g mungkin kan taxi parkir di dalem basement mall.. >_< jadilah kita tuker2an nomer HP dan disitu saya tau nama drivernya Andi, jadi kl dia ilang – saya bisa telpon. di dalem sekitar 10 menit, pas keluar eehh dia ternyata berhasil ngeyakinin pak satpam supaya dia bisa nunggu saya di depan lobby.. secara barang2 saya masih di dalem mobil juga sih. G tau cara apa yg dia pake buat tetep nongkrong disana. (Plasa Indonesia itu tongkrongannya blue bird g mungkin nongkrong bareng kayaknya, jadi dia agak terlihat absurd berjejer sama mobil mewah lain)..

Dari plasa indonesia, mau ndak mau buat balik ke benhil kita mesti lewat tanah abang toh?! dan nggak dinyana bapak ibu sekalian, macetnya S.T.U.C.K banget. beberapa kali si taxi dicegat orang, saking karna lg susah taxi. Ada taxi lainpun semuanya minta tarif mahal bener, g ikut argo. percayalah, saat itu macetnya luar biasa, dan Andi ini tidak mengeluarkan keluhan sedikitpun atau bersikap annoying. Yang ada dia panik liat saya makin lama makin pucet. Saya yang maagnya baru kumat cm pengen makan bubur.. dia sampe celingak celinguk nyariin tukang bubur (walo g dapet juga sih)..

Sepanjang perjalanan yang nggak jalan2 itu ahirnya kita ngobrol, yah secara udah dari jam 1 an – sampai itu udah masuk jam 4an mungkin,  kita sama2 di dalem satu kotak besi yg namanya taxi. Sebenenya percakapan dimulai dari benhil – thamrin, tapi kan bersambung sambung ya jeng/masbro.. Ternyata dia dari Bandung juga. nyambunglah… hahaha.. dari yang semula kita act as driver and consumer, sampe ya udah lah ya, mari kita menikmati kemacetan dengan cerita ceriya! Sebenernya dia sempet tanya, “emang mbak g takut ya, kl tiba2 saya naikin orang, kan ini tempat rawan”.. dalem hati sih takut.. tapi dunno why, i trusted him, dari tadi kl dia mau macem2  saya mungkin udah tinggal nama.. lagian pastinya saya nggak usah macem2 pake kejebak di tanah abang bukan? pengalaman naik taxi sebelumnya; saya malah diturunin pas ngelewatin macet absurd.. Well, yeah – mungkin untuk service person dia tralu friendly BUT, i am glad he did that.. intinya sih, dia bisa ngademin emosi + meng-up kan saya yang udah mau pengsan dehidrasi, kelaparan dan ngempet pipis.. FUH! seru banget cerita2 sampe ahirnya kita bisa nyampe benhil lagi.

Yah, orang yang di Benhil juga nyadar kali – ini taxi udah 2x ke toko yg sama dengan passenger yang sama.. hehe.. jadi aja fenomenal, bung Andi ini lgsg “banyak temennya”.. dia beli makanan, saya juga pake ditawarin, katanya takut saya kenapa2, karna perjanalan masih panjang..

And that’s right, perjalanan ke Tebet juga g selancar yang saya pikir.. ma’cre’ juga rupanya.. >_< tapi dia hebat,i knew that he was tired tapi dia nggak ngeluh, malah usaha banget sharing cerita2 lucu biar saya nggak “lieur” ngadepin macet.. 

hah! great job bung andi! full package taxi driver.. ngebut bisa, ngedrive bisa, tapi masih jaga keselamatan.. makanan ada, charger ada juga.. cerita segudang! knowledge okey!!

apalagi begitu saya nyampe, barang lgsg dia bawain semua (padahal biasanya taxi driver cm duduk manis, kecuali kl ada bagasi – dia bukain), terus saya pake di sms “terima kasih ya mbak” eh nah loh.. care amat.. hahaha.. yang ada harusnya saya yang thank you krn dia supportive banget ngadepin jadwal sayang yang menggila.

anyway! 

he’s the nicest express taxi driver i’ve ever met banget.. Alhamdulillah.. 

he definitely get in to my friend list! yah, kapan2 anterin lagi ya, bro.. haha~

cheers!

ketika saya kembali 2

Salju turun terus menerus. Kehidupan saya 19 tahun lalu jadi sangat berbeda. Saya yang bocah tropis harus tinggal di Jepang berbulan-bulan untuk menemani ayah saya menjalani operasi paru-paru karena kankernya. Saat itu saya sepertinya sudah mengerti, namun ayah dan ibu saya tidak mau menjelaskan apapun mengenai detil yang terjadi. Tapi saya yang berumur 8 tahun saat itu harus menyaksikan banyak air mata. Terkadang saya harus menyimpan perihnya karena tidak mau ibu saya tahu bahwa saya mengerti bahwa keadaan ayah saya sangat buruk – saat itu. Saya tidak punya teman, Sat masih 3 tahun, ibu saya tertutup, saya nggak sekolah juga selama itu. Kalau keluar rumah, udara sangat dingin dan gelap sekali ketika malam – bahaya untuk seorang anak 8 tahun yang tidak bisa berbahasa Jepang. Tidak ada internet, apalagi smartphone. Teman saya? Toilet dan apel (baca posting sebelumnya). Ketika saya sedih, saya masuk kedalam toilet hanya untuk duduk bermain dengan tissue dan apel, wangi toilet membuat saya nyaman dan tenang.

Pada malam hari, Ibu membuat ramuan tradisional, air panas + bawang putih + biji kacang hijau didalam termos kecil sambil berdoa untuk kesembuhan ayah. Paginya, sekitar pukul 8 pagi, kami dibangunkan untuk mandi dan bersiap untuk ke rumah sakit. Sebelumnya – ibu suka sekali menyiapkan soto ayam dari bumbu indofood. Saya ingat alat makan saya hello kitty berwarna pink, punya sat doraemon biru. Ayah yang belikan. Setelah sarapan, kami siap menerjang salju untuk menjenguk ayah.

Melewati lorong jalan kecil yang panjang, melewati pom bensin, bertemu jalan besar, menekan tombol untuk menyebrang, menuruni tangga, melewati belakang skolah, melihat anak-anak sekolah, belakang rumah sakit, parkiran rumah sakit, pintu kanan rumah sakit, lalu bertemu dengan konbini dan vending machine yang menjual kopi kesukaan ayah “georgia coffee”, toilet umum yang bau sekali, dan lalu lift. Ketika tiba di lantai 7, ayah selalu baru selesai mandi dan menunggu kami di kasur rumah sakitnya. Ruangan ayah kalau tidak salah ada 6 atau 8 orang. Ayah tinggal di dekat jendela di sisi kiri. Saya ingat benar, ayah suka menukar bento saya dengan makanan rumah sakitnya. kenapa? Karena saya suka makan ikan punya ayah. Ketika jam makan siang, ayah yang memilih makan di common room, selalu menyuruh saya mencari dan membawakan makanannya serta membantu suster2 mendorong trolly makanan ke arah para pasien yang duduk di common room.

Saya melakukan itu setiap hari. 7 hari seminggu. Terkadang malah saya pergi sendirian dari rumah karena ibu sakit. Saya selalu senang pergi ke rumah sakit. Teman saya bertambah 1, Ayah.

Saya yang tidak bersekolah, diajari ayah ini itu. Matematika, gambar, bahasa Jepang (untuk usia saya saat itu), dan yang terpenting – pelajaran bagaimana saya harus bisa “berteman” dengan “siapapun”. Saya ingat, di lantai ayah ada ruang karantina untuk penderita TBC. Untuk mereka yang menderita TBC ringan, mereka diperbolehkan keluar dari bangsal mereka dan berinteraksi dengan pasien lain dengan menggunakan masker dan sterilizer. Ibu saya sempat protes pada ayah, karena itu sangat berbahaya. Saya ingat teman baru saya itu, mungkin usianya sekitar 20-an, laki-laki dan lebih tinggi dari pada ayah. SAya juga berteman dengan seorang suster bernama Junko. Dia sangat cekatan dan lincah. Setiap hari dia yang membantu mengukur tensi ayah saya. Dan Suster Junko memberikan kepercayaan pada saya untuk mengukur suhu tubuh ayah dan menyiapkan obat untuk ayah.

Kalau ayah tidur, saya bermain di common room sambil menonton tv, atau tidur di sofa common room. Bahaya? tidak juga, suster-suster ikut menjaga saya. Dan para pasien lain tau bahwa saya anak – ayah saya. Sehingga terkadang mereka malah mengajak saya mengobrol. Kalau saya bosan, saya bisa main ke lobby lantai 1, atau menelpon ibu saya lewat telpon umum.

Saya belajar banyak dari kehupan saya 19 tahun lalu. Saya tidak menyesal karena saya tidak bersekolah, tidak punya teman. Saya bahagia bisa meluangkan waktu dengan ayah saya.  Terima kasih Ayah.

ketika saya kembali 1

Sekitar 19 tahun yang lalu, saya sempat tinggal di Jepang beberapa bulan. Saat itu ayah saya mesti menjalani operasi ke 2-nya karena kanker paru-paru. Ayah saya tinggal di sebuah kota bernama Morioka di Iwate perfektur, dan saat itu beliau mesti tinggal di rumah sakit selama berbulan-bulan karena penyakitnya. Saya tinggal di apartemennya bersama Ibu dan adik saya, Sat.

Saya masih ingat sangat jelas hari ketika pertama kali saya mendarat di Narita, saya dijemput oleh 2 paman saya yang juga tinggal di Jepang. Seperti dunia yang sangat berbeda. Bangunan kokoh yang terkesan dingin, dengan orang yang super banyak dan berjalan sangat cepat. Sangat berbeda sekali dengan rumah saya di Indonesia yang dikelilingi sawah dan banyak kerbau, ayam, kucing. Saya ingat saat itu harus naik bus ke Tokyo dan naik shinkansen untuk pertama kalinya. Bulan November. Dingin sekali, dan saat itu shinkansen sangat penuh, tidak adalagi tempat duduk. Saya yang masih sangat mengantuk harus duduk diatas koper menahan kantuk karena takut.
Tiba di Morioka, kami naik taxi berwarna hitam yang pintu penumpangnya bisa terbuka sendiri. Berlari dari dinginnya malam yang sudah sangat gelap, saya pun masuk ke taxi yang hangat dan segera tertidur. Tidak sampai 20 menit, kami tiba di depan gang apartemen ayah. Saljunya sangat tebal. mungkin sepinggang saya saat itu, saya menyentuhnya. Salju itu ………….. empuk! lalu berlari ke dalam apartemen.

Apartemen ayah seperti rumah 1 lantai. Masuk melalui sebuah pintu kecil,  bau khas pemanas menyambut. Ketika masuk – disebelah kiri ada sebuah pintu kayu, which is toilet  yang baunya enak sekali. Baunya seperti bau es, bau kayu, dan pembersih toilet. Harus masuk sebuh pintu lagi untuk sampai kedalam. yang pertama terlihat adalah sebuah ruang makan kecil dengan kotatsu yang diatas mejanya banyak sekali bumbu-bumbu seperti kecap – saos dan sebagainya, ada dapur dengan jendelanya dan sebuah pintu ke kamar mandi. Di sisi lain, sebuah pintu ala rumah nobita, dan ketika dibuka, whala~ kamar ayah. Ayah tidur dengan futon, seperti alas tidur nobita. Di dalam kamar ada TV 14 inch berwarna merah dengan antena, disebelahnya ada pemanas ruangan yang diisi dengan bensin – sehingga baunya sangat khas, dan sebuah telpon kuno berwarna putih yang nomornya harus diputar, seperti di rumah eyang jaman dulu. Di atas TV, ada foto keluarga dan 2 buah apel yang sudah kisut. Masing-masing apel ditempeli selotape yang diberi nama : Annisa dan Satya. Menurut om, ayah ingin bilang “selamat datang anak2”. I miss him immediately. Kami sudah berpisah selama setahun lebih sebelum ayah divonis kanker.
Saya ingat saat itu ibu mengeluarkan jaket untuk saya dan sat pakai. Kami akan ke rumah sakit malam itu juga.

Dengan Taxi yang sama, kami segera ke rumah sakit. Jaraknya sangat dekat. Saya ingat jalan menuju kesana. Saat itu sudah gelap dan salju juga turun, tapi saya bisa melihat balik bahwa kami melewati gang yang sepi berselimut salju, diujung jalan terdapat pom bensin dan lalu keluar jalan besar.

Sampai rumah sakit, saya naik ke lantai 7. Begitu lift terbuka, ibu langsung lari keluar bahkan melepas tangannya dari saya dan sat karena ibu segera menemukan sosok ayah di common room rumah sakit, di sebelah kiri lift. Ayah sedang menonton TV dengan pasien lainnya. Dengan kimono rumah sakit berwarna biru, gelang pasien dan tubuh yang mengurus, ayah memeluk ibu. Aku dan Sat sentak kaget, dan segera berlari ke pelukan mereka. Saya ingat adegan itu membangunkan emosi semua orang yang ada disitu untuk ikut menitihkan air mata.

Ketika akhirnya Ayah bisa memberi fokusnya padaku, saya membisikkan sebuah kalimat padanya “Aku sayang ayah”.

Hari yang sangat bersejarah untuk saya. Hari pertama saya menginjakkan kaki saya di Jepang, hari dimana ketika akhirnya saya bisa bertemu dan memeluk Ayah.

in love with 30 person in one time

Have you ever been fallin in love in 30 person in one time?

I have..

Being one of the Nippon Foundation Nikkei Scholarship – Student is a delightful and one of many reasons for me to be happy. Not only because of the opportunity to study in Japan, but also the opportunity to learn about leadership, humanity, social, culture and many more. But the more reason that i am really happy to be one of the scholar is I am being part of a big family that have a very tight bond – with love and care to each other.

NFSA private beach party

We came from many different countries, different languages but we have the same common, we’re all nikkei. Some of us had a very difficult childhood were people hate us because we’re mix blood, but we’re all survive – and now together and bring those bad memories as things that we learned and started our live as a better person.

Okinawa Castle tour

As a Scholar, one of the opportunity is getting to getter with other Nippon Foundation Nikkei Scholar to have many activities. One of it is Kenshu (training), where we can have workshop, lecture, and vacation together. We’re also being together and think how we can do a social activity – share our experience and knowledge to other. What a great opportunity, isn’t it? We have a media to do something for someone else. New Link, new friends, new opportunity. And this time, we went to Okinawa for our Kenshu. Was really fun!!

Check in for the Hotel

For your information, our Okinawa was not just an Okinawa. Was not just a Holiday. Many meetings, lecture and workshop were the main activity. Even though we went to some tourism spots, for me those were not even holiday – because we still did our meeting there. For me, i got my holiday feelings when i was talking with the other, sharing, eating and drinking, singing and laugh together – even we did it in the middle of the meeting. For me, the happiest feeling was when i woke up then i saw my sisters were also there, and i saw my brothers “morning face” in the restaurant while they were having breakfast. Glad feelings was when i felt so miserable then my sisters and brothers hugged me from your back and say “It’s okay, icha..”.

OKA - Naha International Airport, Okinawa

Hm..

This group always makes me feel okay.. this group always makes me feel to free.. they allow me to be my self.. i love them! I love my NFSA brothers and sisters.

Half of us will be graduated next march, and new member will replace them. Me too, I will be graduated soon. This makes me so mellow. If i am going back to Indonesia, i won’t know when will i meet them again. I might gone before i can say that i love them.. But this is life.. 🙂

oww…

I miss the old days when we always had dinner and celebrate anything that we can just to enjoy the time together with everyone 🙂

Hope we can do it again soon! Miss you all!

ps : Pictures taken from William’s canpan blog..

indonesia kita vol.1.. berhasil!!!!!! <3

  • 2011.12.11(Sun)<Tanggal 11, Desember>

    『Indonesia Kita!-インドネシア、キタ!-vol.1』

    ホームページ:http://indonesiakita.net/

    Place:Live House APIA40 (Gakugei-daigaku station)

    Time:open 13:00 start 13:30

    Ticket:¥2500+1drink /¥1500+1drink (Indonesian)

    Cast: Hiroaki KATO/加藤ひろあき

        Ari Sudarmanto (from Pulau Merah Cafe)

        Reisha Humaira

        Novriana Dewi

        Annisa Hara and more….

    ・Indonesian Music

    ・Indoensian language lesson

    ・Tari Piring(Minankabau Traditional Dance)

    ・DJ Time (Funkot, Slow Dangdut etc…)etc…

    主催: Hiroaki KATO / Isti Winayu

    協力:Nanae Hanawa(MC)/Pulau Merah Cafe (Musashi Koyama)

    <Ticket>

    『お名前』、『予約枚数』、『緊急連絡先』を明記の上、

    indonesiakita.info@gmail.com

    までメールをお送りください。


Alhamdulillah, acara indonesia kita vol. 1 kemarin berhasil diadakan. uhuuu~
Saya sih happy luar biasa, semoga temen-temen yang lain juga. 🙂

Hal amazing untuk saya. Event yang pastinya akan terus saya ingat. Berada bersama Hiro dan Bandnya dalam satu panggung, membawakan lagu-lagu Indonesia di Jepang dan bukan sekedar acara Indonesia karena ini sebuah gigs indie yang biasanya saya cuma jadi penonton dan sibuk mengagumi para entertainernya. Salut untuk semua performer, Reisha + Ade dengan tari piringnya, mas ari dan mas juggler yang saya lupa namanya, dan pastinya Hiro + Ohta san + Yo kun + Ikkun.. Untuk semua organizer juga Nanae + abe isti + Nao san + Miki + (syapa lagi ya??) pokoknya terima kasih!

Yang bikin  saya makin happy adalah animo dari pengunjungnya. Well, mostly fansnya Hiro, tapi seneng juga menghadapi kenyataan diakhir acara bahwa mereka menghampiri saya hanya untuk bilang “icha kawaii” (icha lucu).. hehehe~ bukan saya GR, tapi ya ya ya… gimana dong? :p

Cuman bisa bilang Alhamdulillah. semoga setidaknya lepas dari kesalahan saya di atas panggung kemarin, semua orang bisa terhibur.
Semoga ada kesempatan lain lagi untuk saya, dan semoga saya bisa lebih baik lagi. 🙂

Yang belum sempat hadir, semoga lain kali bisa ikut gabung di Indonesia kita vol.2 dan event lainnya lagi.. 🙂

 

yay!

 

Growing Documentary about Tohoku Disaster

Do you know how I feel about Tohoku Disaster?

I feel like, i have an insight to that matter. I live in Japan, but I am not living in Tohoku Area. But since i felt the earthquake and volunteered from day 2, went there and still have connections with some victims, so – i have something pushing me to do something for them. The thing is, I dont have money to buy them things. I don’t have power to do the reconstruction. I don’t have knowledge to help the medication. I couldn’t even talk to local people in a good Japanese, but i really wanted to do something for them.

Few months ago, fortunately, i got a very good opportunity to do something for them. Do something that i can do with my ability. My professor approved my proposal to make a “growing documentary” for Tohoku. I created the name Growing Documentary as the film will be growth together with the growing of the reconstruction of Tohoku after the disaster. Alhamdulillah.

Now, I am still on my first step. And thanks to Allah, I got a lot of helps from many people to do this documentary. If you wanted to know, most of the people on the credit – i’ve never met them, not even talked to them online. They’re volunteering themselves to the project. They’re from many different backgrounds, countries, educations even ages. So cool! Thank you all!

It’s a very big step for me as my film was shown on CineGrid Showcase on Tokyo International Film Festival 2011 last month in Tokyo – Japan. After that, the CineGrid Community seems interested to the idea and offer us to work together. I am so happy for that. Alhamdulillah.

Now, Let me show you the documentary. I hope you like it! 🙂

As this documentary will keep growing, it will need many “seeds” + “waters” + “oxygens” + “fertilizers” and so on.. So, if you interested to join me with this project, feel free to contact me. You can be anywhere, any time zone, any island, any country from any background or any thing.. and let’s figure out what can you do on this project 🙂

I hope this project will bring out more energy to Tohoku reconstruction, a learning source for people in the future and also motivate people to helping and loving each other (anywhere).. 🙂

peace..

Prince Akishino dan Ayam Hutan

Hari ini saya ikut Konfrensi Nikkei Sedunia di Tokyo, dan kali ini saya mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Pangeran Akishino. Dan namanya saya, nggak afdhal kl nggak melakukan kebodohan seperti dalam percakapan berikut :

(Prince Akishino mendatangi barisan siswa-siswa NFSA, termasuk saya)
P.A.: ああ!フィリピン 。。パラグアイ。。え!インドネシアもいますね〜 (aa! Philipine, blablabla.. Paraguai.. E! Indonesia juga ada ya..)
Me: はい、インドネシアから来ました、アニサともします。よとしくおねがいたします。。 (Hello、annisa dari Indonesia.. nice to meet you..)
P.A.:blablablabalbalablablabalbalablablablablablablabla “Ayam hutan..していますか? (dalam bahasa jepang yg sangat sopan yang tak saya mengerti Beliau bertanya soal sesuatu yang belakangnya ada kata “ayam hutan”)
DAN JAWABAN SAYA ADALAH ::
Me: Ah! Ayam hutanて歌ですか。Ayam den lapeh?(hah,ayam hutan tu lagu? Ayam den lapeh?) <ーーーーーdan yang terfikir sebenernya adalah lagu “ayo mama” dalam lirik “Ayam hitam.. telurnya putih.. mencari makan dipinggir kali…” eaaaaaa!!!!!!!
Teman saya: ICHA, WRONG! He was asking you about animal and his PhD..

Dan begitulah, saya telah berhasil mempermalukan diri didepan seorang pangeran Jepang.. Oh no!!!!!
Tapi karena beliau orangnya baik, dan tiba2 sadar bahwa saya bahasa Jepangnya belum sampai level itu, akhirnya beliau bicaralah dengan bahasa Inggris dan bahasa Jepang yang lebih gampang. Kami pun bercakap2 soal Ayam Hitam yang berteman dengan Ayam Kampung yang ternyata adalah penelitian PhD beliau!!!! hohoho~

hooo~ i won’t forget this moment, EVER! And thanks to the Prince for the conversation.. seengganya sekarang saya tau apa itu ayam hutan! 😀

PS : OMG! Icha, malu-maluin pisan siah maneh! XP