icha yang ini mau nulis thesis!

Sebenarnya sedang total panik.

Sebenarnya lagi clueless banget.

Sebenarnya lagi kurang tidur luar biasa.

Sebenarnya sedang kelaparan.

Tapi tapi, entah ada angin apa, saya yang ini memberanikan diri untuk mengajukan tema thesis. Walau dengan segala ke-dungu-an, Ā akhirnya berani untuk menghubungi sensei untuk berdiskusi untuk thesis saya. jyaaaa~ takuuuttt!!!!

Belum diapprove, tapi so far, saya dah berhasil mengconvince dia untuk mendukung saya dengan tema ini.. šŸ˜›

 

Sensei sebenarnya agak kaget dengan apa yang presentasikan, karena agak lebih “goyah” dari presentasi “motivasi” pada saat awal masuk Lab. Sensei agak khawatir dengan bagaimana saya mencapai goal. Topik yang saya angkat terlalu sensitif, tapi kalau saya berhasil menjalankan projectnya – akan menjadi sangat menarik. Tegang! Saya sempat down waktu mata sensei seakan berkata “Icha, kenapa kamu selalu memilih topik sensitif” hehehe! Ya, dulu di presentasi motivasi, saya pernah mempresentasikan sesuatu yang juga membuat sensei bilang “kamu yakin dengan topik ini? karena ini sangat sensitif dan biasanya data yang kamu dapat harus dirahasiakan. Jadi perlu effort lebih untuk lalu bisa mempublishnya sebagai bahan thesis.” Tapi entah bagaimana saat ini saya MAU mengerjakan ini. Mengerjakan sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Insyallah. Ingat posting mengenai mimpi, ego dan realita? Saya memutuskan untuk menggabungkan semuanya! Saya tau dalam hidup kita harus memilih, dan saya memilih untuk mengkolaborasikan mimpi saya untuk bisa melebur dengan ego dan menjadikannya realita!

Semoga semua pihak membantu saya.

Ya, untuk merealisasikan ini saya akan butuh banyak orang. Saya akan butuh banyak pihak untuk mendukung saya.

Teman, Icha yang ini mau nulis thesis. Mohon bantuan dan dukungannya ya.. šŸ™‚ Insyallah, hasil dari edukasi ini akan berguna untuk banyak pihak.

Smangat smangat!!!

Advertisements

new friend called tumblr

belakangan gw punya mainan baru, bukan melupakan dunia yg ini.. hanya karena di iphone ada aplikasinya, jadi lebih gampang kl pengen update2 gitu.. namanya tumblr. my another world..

layoutnya simple, seru aja dipake. emang sih, jadinya kayak kebanyakan mainan gitu.. blog, facebook, plurk, twitter.. well, sebenernya sedang mencoba coba aja – sekalian belajar media mana yang paling enak dipake. media mana yang secara design lebih mudah dimengerti, interface yang menarik, dll.. wajar dong? secara gw skolah di skolah media, mesti tau dan menilik si media media ini biar nggak ketinggalan tren media. but dun worry, temen cerita panjang lebar diantara media-media itu tetep this blog sepertinya.. šŸ™‚

thank you buat temen-temen yang ikut baca blog ini, temen-temen yang ikut ngeramein blog ini, yang juga ikut sampe ngesearch blog ini di search engine, yang suka kasih ide via email, atau menkomen di postingannya.. thank you all!!!

dream.. catch it if you can!

Seorang anak perempuan, kira-kira usianya 8 tahun, tertegun di depan tv. Ia sedang bersama saudara-saudaranya menonton bagaimana seekor T-rex sedang mengejar sekelompok manusia yang terjebak diĀ Jurassic Park. Anak itu tak berkedip, gerakannya melambat tak terusik. Tak ada satu adegan pun yang ingin ia lewatkan. Ia tau bahwa dinosaurus sudah lama punah, karena itulah dia takjub bagaimana sebuah film yang diputar dengan laser disk itu bisa begitu nyata menggambarkan hewan-hewan purba hidup seperti hewan lain di kebun binatang.

Konsentrasinya masih belum bisa terusik sampai ia menemukan sebuah nama ‘StevenĀ Spielberg’. Saat itu, dia bahkan tak tau apa itu ‘Director’. Tapi nama itu sangat menancap di kepalanya. Di tulisnya di diary bahwa kelak ia akan menjadi seperti Steven Spielberg. Hingga beberapa tahun setiap kali ia harus mengisi buku biodata di buku temannya, dia akan menjawab bahwa cita-citanya adalah menjadi Steven Spielberg, dan tentu saja teman-temannya akan complain karena apalah arti nama Steven Spielberg. Tapi saat itu cita-cita hanya berarti cita-cita. Bagaimana bisa seorang perempuan dari desa, yang bertemu teknologi saja sulit bisa menjadi seorangĀ Spielberg.

Tahun 2001, usinya sekitar 16 tahun. Ia berlibur ke Jakarta. Namun semua kegiatannya berhenti ketika ia melihat sebuah peperangan antara tentara Jerman dan Amerika. Sebuah film seri yang diputar seharian via HBO menarik hatinya. Sebuah peperangan yang di reka ulang namun terlihat begitu hidup. Warna yang luar biasa, gerak kamera yang membuat film itu begitu nyata. Ia jatuh cinta. Dan diakhir episode, nama itu keluar lagi ; ‘Steven Spielberg’, dan kali ini berkolaborasi dengan beberapa produser besar seperti Tom Hanks. Dari situ mimpinya terbangun lagi. ‘I want to be like him’..

Tahun demi tahun berlalu. Kesempatannya untuk mempelajari videografi semakin banyak. Mulai dari kuliahnya, hingga terbawa di pekerjaannya. Dunia yang ia senangi. Dunia dibalik lensa, sebuah dunia yang memang masih sangat jauh dari ‘Spielberg’ tapi membuatnya merasa dekat. Dunia yang memberinya kebanggaan dan kebahagiaan untuk ada didalamnya, namun juga tidak berarti semua orang mendukungnya hingga akhirnya perlahan dia lepas. Tidak 100% lepas, karena beberapa orang mengetahui kemampuannya dan terkadang membuatnya terjun masuk ke dunia itu lagi walau hanya untuk membantu.

Kali ini Ia sedang melanjutkan studinya. Setelah sekian lama ia mulai melupakan cita-citanya, ia kembali menemukan dunia itu. Kembali menemukan suatu komunitas yang memiliki visi sama, bukan menjadi Spielberg, tapi mereka-mereka yang juga mencintai dunia dibalik lensa. Namun ia kini bingung. Haruskah ia kembali mengejar cita-citanya, atau tetap berada di jalur realita belajar untuk menjadi misionaris sosial dan mengejar karir baik demi masa depan ideal.

 

Kemana kaki harus dilangkahkan? Usia yang kini tidak lagi muda membuatnya harus berfikir keras untuk ini. Ia bukan lagi anak kecil yang bisa dengan mudah memilih sebuah cita-cita.

but yeah! dream.. catch it if you can!

my film – screening

well, not actually mine, it’s me and my team’s. After 2 months working really hard for the film, no sleep, no holiday and too muchĀ convenience store’s foods – well, today was the screening.. so happy, so proud, thousand words in my head to express my feelings..

Thank you so much for my team and all the people who helped us during the shooting and editing.. oww, and hopefully we can show it on the faculty plenary meeting.. oooww! i can’t wait. my film will be screened with all good film made by great people here. hohoho~

well, i still can’t share the film yet. we have to keep it until the plenary, but i will share some pictures from behind the screen..

makna memaknai

kadang kesel juga harus kerja sendirian di lab, ngerjain proyek lab yang kayaknya nggak abis-abis.. tapi believe it or not, sepertinya gw menikmati kembalinya gw si mahasiswi – kayak waktu di kampus yang dulu.. hehe.. begadang sampe muka bengep jerawatan demi kejar setoran tugas yang diujung deadline ato proyek kampus yang nggak akan ada berentinya.

mengulang semuanya.. here i am.. 4:23am waktu yokohama – jepang……yaaawwwnnn!…. gw masih utak utik sana sini ngedit video. mana pula harus berkutat dengan 1 komputer yang tulisannya kanji semua (pas dah selesei render baru inget kl kompinya bisa diubah ke bahasa inggris..xixix~)..

well, ini mungkin dah hari ke seminggu gw jadi penunggu kampus. ya, nggak cuma satu tugas, tapi beberapa yang harus dikejar supaya bisa dipamerin di plenary meeting fakultas. hoho~ smangat! mungkin si bapak2 security juga dah nyiriin postur gw via cctv-nya.. tapi yaaa, mungkin akan mengulang semuanya juga, gw bakal sohib-an sama bapak security.. hehe..

tapi tapi tapi,

kalo sekrang ini gw maknai kisah sedih gw jaman dulu, nginep kampus, nggak tidur, kurus kering tak terawat (boong bgt) kayaknya gw cukup bersyukur loh.. seengganya, sekarang dihadapin tugas segila itu – insyallah- gw nggak ngeluh juga.. keknya dah biasa aja. hm.. di kantor lama juga sgini gilanya.. nggak ada waktu buat ngeluh! yang penting gimana caranya berjuang sampe titik darah pengabisan! hehehe~ emang sih, bisa ngefek sama kesehatan bgt.. tapi gw punya misi.. gw ingin jadi ‘seseorang’.. dan mungkin untuk jadi ‘seseorang’ itu, inilah jalan yang harus gw tempuh..

kalo diliat bobotnya, sama kan sama anak hukum yang harus baca buku sebalok balok.. ato anak mafiki yang mati2an mecahin rumus untuk jadi sesuatu.. ato anak kedokteran yang menggila dengan hapalan bahasa latinnya.. so~ semua bidang ilmu juga harus ditekunin sebegitunya.. *sudut pandang gw aja sih*

malem ini gw tiba2 memaknai kehidupan kampus gw yang dah overtime.. walo badan capek, tapi hati gw seneng tuh.. masuk lagi ke dunia yang gw suka – videografi.. dengan orang2 kompeten yang bikin gw bersyukur bgt bisa ketemu mereka. orang2 handal di bidangnya yang dengan sangat baik hatinya mau ngajarin gw ini itu. daaaaan, pastinya dengan hidup di kampus, gw bisa hemat gas air listrik!! hahahaha~

well well..

bismillah..

semoga gw bisa terus memaknai setiap langkah yang gw ambil dalam hidup gw..

smangat ‘saya’. do your best!

creative industry trivia

:: dari mata kuliah “Media Content Industry” – Prof. Kishi, Keio Media Design ::

1. Kata creative industry pertama kali di publish di UK, pada jaman pak Blair menjabat sebagai PM.

2. Australia adalah negara pertama yang menggunakan konsep creative dengan membentuk creative nation, sebelum UK.

3. Main and biggest industri di UK adalah finance.

4. Bidang-bidang dalam creative industry adalah : advertising, arsitek, art and antique markets, craft, design, fashion design, film, video, fotografi, software, electronic publishing, game design, music, visual, performing arts, publishing, tv, dan radio.. (ada yg kurang nggak ya?)

5. Saat ini negara berkembang merupakan prominent sector yang juga mengimprove balance of payments, sednagkan negara berkembang menjadi aset kreatif yang sangat potensial, dengan keberadaan identitas kultur yang ikut berkembang di era globalisasi. (UNCTAD “creative eonomy report 2008″)

6. Media content saat ini juga digunakan sebagai ‘soft power’ sebagai penyebaran suatu influence dari sebuah negara terhadap negara lain. (Mode dan budaya mudern juga termasuk)

7. Tokyo big sight termasuk bagian dalam pusat penyebaran soft power.

8. Even di Jepang, setiap region melakukan persaingan budaya. Misalnya Tokyo vs Osaka.

9.”Hard Gay” nggak seterkenal itu di Jepang.. (dia dari Jepang selatan)

8. Di Jepang, Makanan (culinary) juga bisa di golongkan dalam creative industry.. (gw sepakat!)

9. Restoran-restoran di Jepang pada umumnya makanannya di masak sama koki Jepang dengan dikasih essence ke Jepang2ngan.

10. Setiap negara bisa menyesuaikan bidang-bidang apa yang dapat dikategorikan sebagai creative industry tergantung dengan budaya dan perkembangannya masing-masing.

PS :: Hari ini gw duduk diantara Japanese bareng dengan temen chinese gw, dan pak dosen nganggep gw bagian dari Japanese yang diajak ngomong pake Nihonggo… Shuuut! hehehe.. Minggu depan mesti duduk di barisan foreigner.. hahaha!

pelangi

we are : tomohiro (japanese taiwan hawaii-an??), calista (singaporean), maiwa (botzwana), me (chazvakia?) and tomoya (japan)..

Ceritanya kita adalah sekumpulan bocah bedegong yang harus ngerjain pr secara berkelompok. Dan ternyata emang 65% tugas dikerjainnya secara kelompok.

Bisa dibayangin gimana cara kita kerja? Nggak usah kayaknya… hehe, yang jelas ribet sangat! hahaha! so far so good. hm.. yah lumayan lah, secara kita beda kultur dan cara bicara.. pola pikir, tingkah laku, kebiasaan, hobby.. hm…. pokoknya kadang gw ngrasa ni kelompok absurd sangat. Tapi justru itu tantangannya. Kita brusaha ngalahin semua tantangan, walo dengan cara yang super absurd juga. hehe.. Well yeah, karena kita semua punya misi yang sama “lulus”.. heheheu!

Well yup, seperti pelangi, warna warni, setiap warnanya tetep kompak muncul buat bikin langit jadi ceriya lagi sehabis hujan..