wabbit was here!

wabbit was here!

my truly mission is to find the real story about my ancestors.. but somehow, i’m enjoying traveling in this country..  a bit shy that i’m not traveling too much in my own country.. it’s because of some “strick rules” that i’m living in.

I am now traveling in Kyushu for filming Kokoronotomo TV program. NO! i am not working for metro tv.. feel blessed to be in this production team. to see Japan deeper and get ore insight and have more reason to love this country. well, I am proud to be Indonesian who travels a lot in Japan, even more than the local people here..  :p hehehe!!!

I was not a traveler. I was just a down town girl with a big dream. i just want to see the world, in anyways..

kakisayah

Now, because i feel like i have more “power” to step up and feel my freedom,  i am wearing this anklet..

Talking about this anklet, i made it my self when i went traveling with Taiji to visit Ryoko and Kenji in Fukuoka 2 years ago.. and funny, i will be in Fukuoka by the end of this journey – almost exactly anniversary of my beloved anklet.. :p

Actually i promise my mother to dismiss this anklet after my wedding day.. but Hopefully my mom will have mercy for me , so i can  still wearing this anklet.. :p

ow, should i make a petition, so i won’t have to loose it?? hehehe~

Advertisements

ketika saya kembali 3

Ingatan saya tentang hidup saya 19 tahun lalu memaksa saya untuk merendevu semuanya. Saya selalu merasa semua detil yang saya punya adalah mimpi. Kadang saya berfikir bahwa saya terlalu banyak berimajinasi.

Sebulan lalu saya pergi ke Morioka, dan saya menapak tilas semuanya.

stasiun,

rumah sakit,

lorong jalan ke rumah ayah,

apartemen ayah,

toilet,

rumah pemilik apartemen ayah,

saya ingat semua.

Dan hal yang paling membuat saya terharu adalah, ketika semua yang saya pikir adalah imajinasi ternyata benar benar terjadi di masa lalu. Mereka membenarkan semua detil yang saya punya. Mereka ingat Ayah saya. Mereka ingat semua hal yang saya deskripsikan, dan membuat mereka percaya bahwa saya adalah anak perempuan yang sering berkeliaran di lingkungan mereka 19 tahun lalu.

Saya sangat bahagia mengulang semuanya. Dan cukup shock dikejutkan dengan cerita dari pemilik apartemen ayah, bahwa apartemen ayah sebenarnya sedang dalam tahap dirobohkan untuk dibangun bangunan yang lebih modern. Sebenarnya mereka sudah berniat dari sebulan sebelum saya datang, namun kontraktornya tidak bisa menyediakan jadwal. Perobohan dilaksanakan hari sebelum saya datang kesana, namun ada yang aneh, di lokasi itu pemilik apartemen memiliki  6 unit apartemen, 2 unit sudah bersih dibongkar, namun – bukannya membongkar apartemen ayah saya yang notabene ada di sebrangnya, si kontraktor malah merobohkan 2 apartemen yang ada di belakang apartemen ayah. Entah Allah berencana apa, hari perobohan itu berjalan molor, dan apartemen ayah tidak berhasil disentuh. Sang kontraktor berjanji untuk datang hari selanjutnya (hari ketika saya datang kesana) namin pada pagi hari, menurut pemiliknya, sang kontraktor menghubungi mereka untuk bilang bahwa hari itu mereka tidak bisa bekerja dan baru akan merobohkannya besok hari (hari setelah saya datang). ALLAHUAKBAR, teriak saya dalam hati.

Saya lalu segera menghubungi keluarga saya di Indonesia untuk membagi cerita bahagia ini. Ibu saya sentak menangis. Adik-adik saya, sat dan ken ikut mendapat euphorianya. Mereka ikut merinding saya rasa. Tapi satu hal yang saya rasakan. Saya bahagia. Sebahagia ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Jepang dan bertemu ayah.

Semua masih terasa sama, kecuali 1, saya tidak bisa lagi membagi perasaan ini pada Ayah. :’)
I miss you Dad..

*

Dedicated to dad and his 13 years memorial day

 

in love with 30 person in one time

Have you ever been fallin in love in 30 person in one time?

I have..

Being one of the Nippon Foundation Nikkei Scholarship – Student is a delightful and one of many reasons for me to be happy. Not only because of the opportunity to study in Japan, but also the opportunity to learn about leadership, humanity, social, culture and many more. But the more reason that i am really happy to be one of the scholar is I am being part of a big family that have a very tight bond – with love and care to each other.

NFSA private beach party

We came from many different countries, different languages but we have the same common, we’re all nikkei. Some of us had a very difficult childhood were people hate us because we’re mix blood, but we’re all survive – and now together and bring those bad memories as things that we learned and started our live as a better person.

Okinawa Castle tour

As a Scholar, one of the opportunity is getting to getter with other Nippon Foundation Nikkei Scholar to have many activities. One of it is Kenshu (training), where we can have workshop, lecture, and vacation together. We’re also being together and think how we can do a social activity – share our experience and knowledge to other. What a great opportunity, isn’t it? We have a media to do something for someone else. New Link, new friends, new opportunity. And this time, we went to Okinawa for our Kenshu. Was really fun!!

Check in for the Hotel

For your information, our Okinawa was not just an Okinawa. Was not just a Holiday. Many meetings, lecture and workshop were the main activity. Even though we went to some tourism spots, for me those were not even holiday – because we still did our meeting there. For me, i got my holiday feelings when i was talking with the other, sharing, eating and drinking, singing and laugh together – even we did it in the middle of the meeting. For me, the happiest feeling was when i woke up then i saw my sisters were also there, and i saw my brothers “morning face” in the restaurant while they were having breakfast. Glad feelings was when i felt so miserable then my sisters and brothers hugged me from your back and say “It’s okay, icha..”.

OKA - Naha International Airport, Okinawa

Hm..

This group always makes me feel okay.. this group always makes me feel to free.. they allow me to be my self.. i love them! I love my NFSA brothers and sisters.

Half of us will be graduated next march, and new member will replace them. Me too, I will be graduated soon. This makes me so mellow. If i am going back to Indonesia, i won’t know when will i meet them again. I might gone before i can say that i love them.. But this is life.. 🙂

oww…

I miss the old days when we always had dinner and celebrate anything that we can just to enjoy the time together with everyone 🙂

Hope we can do it again soon! Miss you all!

ps : Pictures taken from William’s canpan blog..

kisah bengawan solo di ishinomaki

mata airmu dari solo,

terkurung gunung seribu..

air mengalir sampai jauh,

akhirnya ke laut..

Tanggal 3, 4, 5 Juni kemarin, kami, perwakilan pemuda ASEAN dikirim ke Sendai untuk mengadakan sebuah event bernama “ASEAN YOUTH CARAVAN” yang di sponsori oleh ASEAN dan Nippon Foundation dan bekerja sama dengan Gakuvo. Ini adalah bagian dari program ROAD Project milik Nippon Foundation dalam merehabilitasi Sendai dari kerusakan (baik fisik dan mental) yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami, 11 Maret lalu. Alhamdulillah saya bisa ikut ambil bagian didalamnya, bersama orang-orang hebat lainnya yang mau menyediakan waktunya untuk bervolunteer tanpa takut akan segala macam resiko yang mungkin akan dihadapi.

Dua hari ini saya terus-terus memutar rekaman suara latihan lagu bengawan solo, dan lagu-lagu lain yang dibawakan di Ishinomaki. Sayang sekali hanya ada sebagian. Mendengarkan vocal mas Fadly dan Derby.. Suara gitar Yoseph dan Dika, suara gitar bass mas Rindra.. Sedikit diselingi suara lagu tari Bali-nya kiki juga.

Tulisan kali ini agak panjang, jadi saya beri sekat-sekat, supaya mudah membacanya. Kumpulan kisah Bengawan Solo di Ishinomaki..

.

MALAM LATIHAN

Malam itu, 3 Juni 2011, Sekitar tengah malam, jadi bisa dibilang juga tanggal 4 kali ya. Setelah perjalanan panjang dari Tokyo ke Sendai, setelah terenyuh menyaksikan kota Natori, bagi saya malam itu sungguh merupakan malam refreshing. Mengembalikan semua mood agar kembali fit untuk misi besok. Malam itu penuh canda, malam yang aneh! heheu.. Kita semua ketawa-ketawa saling bercanda, sampai akhirnya sekitar pukul 1 pagi, terjadi gempa yang berpusat di Iwaki, Fukushima. 5,6 skala. Well, untuk saya dan Dika yang saat itu berada di lantai 19 bersama rombongan yang lain, hal itu sudah biasa. Lumayan lama dan mengagetkan. Teman-teman Indonesia yang lain sampai berlarian keluar kamar. Kasihan, sedih jadinya, tapi lucu juga.. :p hehe~

Saya kembali ke kamar sekitar pukul 2 pagi. Saya sekamar dengan Kiki dan Amy, dari Malaysia di lantai 8. Semua sudah lelap tidur. Saya memandangi kota, berharap ini itu untuk Ishinomaki. Saya tidak punya bayangan sama sekali soal misi besok. Saya sangat antusias untuk bertemu para penduduk setempat.

.

KOTA BERNAMA ISHINOMAKI

*saya masih sambil mendengarkan si rekaman, nostalgia*

Pagi hari, bangun pagi dan membantu Kiki untuk menggunakan kostum tari-nya. Nggak sarapan. Ternyata ada roti. Alhamdulillah, orang baik disayang Allah :p

Ngaret sampai tempat tujuan, but no problem, sepertinya, setidaknya yang terlihat.

Tim langsung dibagi menjadi 3. Mud diggers, Kitchen dan Performance. Saya ada di Performance. Inginnya ikut Mud Diggers, tapi waktunya nggak mungkin terkejar untuk perform.  Tapi akhirnya dapat kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk Ishinomaki, ketika saya ikut tim yang menyebar undangan ke event ASEAN di situ. Nggak banyak yang bisa diobrolin waktu menyebar undangan sih sebenarnya, tapi lumayan, melihat mereka antusias dengan acara ini membuat saya lega. Waktu menyebar undangan itu, saya sempat berjalan dengan Dika, mas Rindra, Yoseph, mbak Ken, mas Indra dan Derby. Kiki dan beberapa teman lain terpisah dalam tim yang satunya. Sebenarnya dalam perjalanan kita sempat tertawa-tawa sambil berlatih untuk bisa bicara dengan penduduk yang kita ketuk pintu rumahnya, tapi setiap kali kita menjumpai rumah yang tidak lagi berpenghuni, tawa kami berubah menjadi muram.

Sebuah rumah kami ketuk. Muncul seorang wanita kira-kira usianya lebih dari 60 tahun, saya rasa. Rumahnya terletak di pinggir sungai. Saya yakin waktu tsunami kemarin, ia juga terkena air bah-nya, namun kini rumahnya sudah terlihat bersih dan beliau juga sudah tinggal di rumah itu. Kami mengundangnya ke acara. Ia tersenyum dan dengan ceria berkata bahwa ia akan datang. Senang sekali rasanya, kami pun sambil tertawa-tawa bercanda dengan beliau. Waktu kami pamit dan bilang mau melanjutkan mengirim undangan ke rumah rumah sekitar situ, Ia berkata bahwa ia satu-satunya keluarga yang kembali ke blok itu. Kami kelu, tidak ingin melanjutkan pertanyaan. Tapi kami juga penasaran, kemana kira-kira pemilik rumah rumah itu. 😦

Berkeliling cukup lama, sampai sempat salah masuk ke area yang dilarang pula. Tapi sangat menarik, saya pribadi mendapat 2 impresi. sedih dan lega. Sedih karena ternyata banyak sekali rumah yang penghuninya tidak kembali kerumah, atau semoga saja belum, dan akan kembali suatu saat nanti. Lega karena para penduduk yang sudah kembali, sudah bisa melakukan kegiatan secara (relatif) normal di rumahnya masing-masing. Saya tidak tahu persis bagaimana, tapi yang jelas mereka mau mengusahakan untuk mengembalikan kehidupan mereka seperti sedia kala, walau dengan usaha sendiri.

Acara ASEAN CARAVAN sendiri sudah mulai dibuka dan mulai membagi-bagikan makanan pada pukul 11. Antrian dari para penduduk lumayan panjang. mereka antusias. Alhamdulillah. Karena yang menjadi panitia inti acara adalah thailand, maka mereka menyediakan thai food. Menurut panitia inti, mereka menyediakan makanan untuk sekitar 400 orang. Selain itu juga dibagikan berbagai sandang dan pangan untuk para penduduk Ishinomaki. Dari yang datang, dan mereka yang saya berhasil datangi rumahnya, saya mendapat kesimpulan, bahwa jumlah orang lanjut usia di daerah ini sangat sangat banyak. Ya Allah.. Terharu rasanya. Sedih sih.. Saya ingin ada disana membantu mereka lebih.. 😦 Saya mendapat impresi yang sama dari teman-teman volunteer yang lain. Berada disana, membantu merawat para oma opa ini pasti sangat berguna. Andai saya punya banyak waktu.

Pada acara siang, teman-teman menampilkan berbagai adat dari negara masing-masing. Dari Indonesia ditampilkan tari Legong oleh Kiki, dan beberapa lagu dari saya + Dika, Ring of fire dan Derby. Alhamdulillah para penduduk senang sekali dengan hiburan ini. Saya pribadi, walau suara saya nggak sehebat para “advance”, saya bangga membawakan 3 buah lagu yang menurut saya pas sekali pilihannya.

1. Bengawan solo, dan ternyata Mr. Surin SekJen ASEAN suka sekali dengan lagu ini, sampai direquest berulang-ulang, tapi maaf ya pak, tidak ada waktunya.

2. Sukiyaki-song, karena ternyata audiencenya mereka yang hidup pada waktu lagu ini tenar, maka mereka bisa ikut bernyanyi bersama, dan rupanya suka sekali.

3. Kokoro no Tomo, Pilihannya mas Fadly. Mohon maaf ya mas, suara saya nggak bisa seimbang dengan suara mas Fadly yang luar biasa keren.

.

BUNDAKU PERAWAT 

Disela acara, Seorang “bunda” muncul dengan harmonika-nya. Tiba-tiba ia membawakan sebuah lagu tadisional Jepang yang saya lupa judulnya. Dia bilang, dia mainkan sebagai ucapan terima kasih kepada para volunteer yang hadir dan membantu (dalam bentuk apapun). Ia terharu, dan permainannya ditujukan pada kami agar kami juga bisa terhibur – karena sudah datang jauh-jauh ke Ishinomaki. Sato san namanya. Bunda adalah seorang perawat. Saya meminta izin padanya untuk memanggilnya dengan panggilan “okaasan” (bunda) dan sambil memegang tangan saya, dia mengangguk setuju. Ia sangat suka ketika saya membawakan “sukiyaki song”. Dia berkata bahwa saya harus kembali suatu saat untuk menyanyi bersamanya.

Bunda sempat bercerita tentang bagaimana akhirnya ia bisa selamat, tentang ia yang sedang berada di jalan ketika gempa terjadi, dan kaget setengah mati ketika ternyata ada air bah yang mengejarnya. Ia berlari bersama beberapa orang, dan terselamatkan ketika ada sebuah bis yang mengambil mereka dan membawanya pergi ke bukit. Alhamdulillah. Ia lalu sempat tinggal di penampungan selama 2 minggu bersama penduduk yang lain. “Setiap hari makannya hanya pisang dan minum air botol yang harus di share. Hanya ada itu saja” katanya dengan senyumnya yang teduh. Saya teringat, kisah ketika masih volunteer di crisis center KBRI, diceritakan bahwa Ishinomaki memang lumpuh total selama sekitar 2 minggu. walau ada beras, sulit untuk masak, tidak ada listrik atau gas. Air bersih pun sulit karena rembesan sisa air bah. Alhamdulillah para survivors ini sudah kembali ke rumah masing-masing jadi sudah bisa hidup dengan lebih layak. Tapi bagi mereka yang kehilangan rumah, atau yang rumahnya masih rusak dan tidak layak, mereka masih tinggal di penampungan. Sedih juga. Sebenarnya pemerintah Jepang sudah dengan maksimal berusaha memenuhi kebutuhan mereka, tapi apa daya, ini bencana nasional yang mengakibatkan kerugian sangat besar. Pemulihan pastinya membutuhkan waktu yang sangat lama.

Kembali kepada bunda,  Alhamdulillah saat ini beliau sudah bisa bekerja kembali dan Alhamdulillah dalam keadaan sehat.

Ketika saatnya pulang, bunda mengantar kami hingga bis kami berangkat. Momen yang sangat memilukan. Kami melambaikan tangan pada semua orang yang berada bersama bunda mengantar kami pulang. Rasanya tidak tega meninggalkan mereka di sana. Tapi bagaimana lagi, kami tidak punya power apapun atas itu, terutama karena bagi mereka itu adalah “rumah” mereka, rumah yang akan segera mereka bangun lagi. Saya sempat memeluk bunda mengucapkan perpisahan, bunda membisikkan pada saya supaya saya tidak lupa padanya. Ia memberikan alamat pada saya, dan berharap saya akan mengirimkan surat padanya suatu hari.

oh bunda~

.

KAMI ASEAN

Kembali dari Ishinomaki menuju Sendai, dengan perasaan campur aduk. Lelah, tidak puas, sedih, senang, apapun itu – rasanya sudah nggak bisa lagi didefinisikan. Bukan hanya saya, tapi semuanya. Didalam bis sebenarnya masih ada canda, tapi sebagian besar memilih untuk diam atau tidur karena benar benar kelelahan.  Bukan sok tahu, tapi setiap orang saya yakin masih menyimpan perasaan “tanggung”.

Ada yang ajaib di mata saya sebenarnya selama program ini. Kami, volunteer, datang dari 10 negara yang berbeda. Jumlah kami 2 bis besar, dengan wujud fisik kami yang mirip. Kami eksotis. Kami para penduduk ekuator di daerah yang berdekatan, tapi anehnya kami tidak bisa mengerti bahasa masing-masing. hehe.. Misalnya mereka yang berada di Latin Amerika, semua berbahasa Spanyol, walau beda jenis, namun masih bisa paham satu sama lain. Sedangkan kami, sama sekali berbeda. Ada yang 1 rumpun, misalnya Bahasa Indonesia, Melayu dan Brunei, tapi yakin ketika bicara, sama sekali berbeda makna. Ini sungguh-sungguh menarik bagi saya. Kami datang untuk sebuah misi untuk Tohoku. Kami bersama selama 3 hari, tapi tidak berinteraksi banyak karena banyak pula yang harus kami kerjakan dalam 3 hari itu. Sudah lewat 2 hari sekarang, dan entah bagaimana ceritanya tapi kami merindukan satu sama lain. Beberapa bisa dihubungi via email atau Facebook, jadi untuk saya pribadi, baru kali ini saya bicara banyak dengan beberapa diantara mereka. Seru sekali!

Terima kasih ya semuanya. Andai kalian bisa baca ini.

.

Tulisan ini saya dedikasikan juga untuk  semua Volunteer di seluruh dunia. Semua orang yang punya kemauan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semua volunteer yang peduli soal masalah Sendai, Fukushima, dan semua permasalahan global yang semoga lekas bisa selesai.

Saya menerima beberapa private message, terima kasih.

Alhamdulillah saya bisa berkesempatan untuk bekerja sama dengan orang-orang hebat. Orang-orang yang juga beruntung bisa ikut dalam program ini. Mereka yang punya kemauan untuk berada disini untuk membantu juga. Semua Allah yang mengatur. Semoga berkah bagi kita semua yang terlibat.

new friend called tumblr

belakangan gw punya mainan baru, bukan melupakan dunia yg ini.. hanya karena di iphone ada aplikasinya, jadi lebih gampang kl pengen update2 gitu.. namanya tumblr. my another world..

layoutnya simple, seru aja dipake. emang sih, jadinya kayak kebanyakan mainan gitu.. blog, facebook, plurk, twitter.. well, sebenernya sedang mencoba coba aja – sekalian belajar media mana yang paling enak dipake. media mana yang secara design lebih mudah dimengerti, interface yang menarik, dll.. wajar dong? secara gw skolah di skolah media, mesti tau dan menilik si media media ini biar nggak ketinggalan tren media. but dun worry, temen cerita panjang lebar diantara media-media itu tetep this blog sepertinya.. 🙂

thank you buat temen-temen yang ikut baca blog ini, temen-temen yang ikut ngeramein blog ini, yang juga ikut sampe ngesearch blog ini di search engine, yang suka kasih ide via email, atau menkomen di postingannya.. thank you all!!!

minatomirai…

Di Jepang ini ada sebuah kota yang bikin gw jatuh cinta sejak pertama kali gw dateng. Namanya Minatomirai. Minatomirai sendiri berarti pelabuhan masa depan. Kota ini ada di Yokohama.

Sejak hari pertama gw dateng ke Jepang, gw di “alokasi” di gedung Jica yang berada di Minatomirai, Yokohama. Mungkin alasan gw jatuh cinta lebih karena sisi emosional gw yaa… Tapi itulah! Bayangkan, gw merasa Minatomirailah temen gw sejak pertama. Ketika gw masih belum tau apa-apa, dengan perasaan yang amburadul karena harus away dari keluarga, pacar dan temen-temen tercinta.

Waktu itu gw ditempatin di sebuah kamar yang menghadap langsung ke pelabuhan. Setiap pagi gw dibangunin dengan sinar matahari, suara kapal dan suara burung. Indah banget.

Mungkin, kalau gw harus tinggal di Minatomirai, gw bakal seneng banget, bahkan seneng kebangetan.. 😛 hehehe.. nggak tau dink?! karna selama ini minatomirai adalah tempat singgah kalo lagi ada event, dan tempat kabur gw kalo sedang sedih.. 😀

Disini gw bisa liat kota yang bersih, modern tapi juga klasik.. Banyak bangunan modern, tapi masih banyak juga bangunan sisa-sisa jaman dulu.. nggak terlalu rame, nggak banyak orang (kayak Tokyo yang bikin mumet).. Design kota, enviromental design, gedung dan sign system juga semuanya bagus.. Pemandangan juga indah, ada laut, ada taman main.. Ada china town yang barangnya murah2 banget.. ada juga Mall gede yang super mahal.. ada juga wolrdpotter – mall yang suka kasih diskon gila dengan orang-orang yang ramah, dan yang paling penting ada restoran Indonesia (walo mahal :P)..

Minatomirai juga banyak banget orang asingnya, jadi kebanyakan orang disini bisa Bahasa Inggris (yah paling engga ngerti laah).. 😀 yippie..

Minatomirai malem hari, semuanya makin indah.. super romantis.. smua yang bisa diliat siang hari, malemnya berubah jadi melodi bintang-bintang yang disusun oleh lampu dari gedung2nya. Ferriswheelnya, gedung pencakarnya, lampu dari kapal, bahkan lampu jalan, semuanya… Dan ada kayak jembatan panjang untuk pejalan kaki, yang kalo malem menyenandungkan lagu-lagu cinta (bahasa inggris), dengan kursi2 taman dan lampu flip-flop.. GILAAA…. in love banget gw dengan Minatomirai..

Kebayang nggak sih, kalo punya satu kota romantissssss gini. Jadi kl valentine, ato hari jadi, ato ulang taun, ato acara keluarga, ato apapun lah, kita nggak perlu reservasi tempat tertentu yang mahal amit-amit untuk bisa sama-sama orang yang kita sayang.. 😀 hihiy… (cari-cari otto..)

Beruntungnya orang-orang disni bisa ngejaga minatomirai dengan baik. Jadi mungkin sampe bertahun-tahun yang akan datang minatomirai bakal tetep cantik.. bahkan mungkin makin cantik.. 🙂

haru no kenshu

Gw baru aja dari Nagoya, baru menikmati liburan golden week critanya. Liburannya orang jepang menyambut musim semi. Tp bukan itu yg mau gw critain.
Sebelum ke nagoya, gw baru aja selesai dengan acranya NFSA, organisasi baru gw- Nippon Foundation Scholar Assosiation. Nama acanya adalah Haru no Kenshu, yg arti harafiahnya kira2 workshop d musim semi. Kenshu sendiri rutin diadain setahun 2kali, tujuannya selain mempererat hubungan antar scholar yang tinggal menyebar d seluruh jepang, juga menajamkan visi misi untuk bisa melakukan sesuatu yg bermanfaat untuk orang lain.
Haru no kenshu pertama gw dimulai dengan dateng ke boat race di sebuah tempat yg gw lupa namanya tp masih di tokyo. Pasti bingung, ngapain dateng  k boat race? Apa hubungannya dengan beasiswa? Ternyata dana yg digunakan  Nippon Foundation untuk membiayai scholar dan berbagai aktifitas sosial lainnya adalah dari boat race itu. Menarik!

Setelah boat race, kenshu berlanjut di Yokohama. Kota yg paling bikin gw jatuh cinta.. Disini kita beneran ngelakuin yg namanya seminar. Mulai dari penyatuan visi misi, seminar tentang marketing dari Kao manufacture, seminar motivasi dr Nippon Foundation sampe workshop bareng dengan volunteer Jica (org2 yg akan dikirim k negara2 d latin amerika utk misi kemanusiaan terutama pendidikan). Menarik banget pokoknya. Walo ngantuk luar biasa krn hari2 sebelumnya hrs g tidur beberapa hari bikin paper. Kita jg sempet makan malem d restoran hawaii d Yokohama. Menurut gw makanannya enaaak bgt. Alhamdulillah nggak kesandung masalah soal pork.. Dan yg bikin gw happy, malem itu Yokohama cantik sekali. Really in love with Yokohama deh!
Kita jg sempet ngadain kostum party. lebih k gathering sih, soalnya kita belum kenal satu sama lain. Terutama untuk angkatan gw yg notabene angkatan paling muda. And guesa what, hehehe, malem itu gw dapet award king of the party. Hehehe, dapet flash disk 8Gb + topi mahkota lucu bgt..


Habis dr Yokohama kita pindah Kota lagi ke Shizuoka. Kita ke kebun teh penghasil ocha terbaik di Jepang, ada sertifikat dari raja. Kebunya luas, dan kita coba petik teh. おもしろかった! Lihat pabriknya dan diceritain ttg segala pernak pernik si perusahaan. Disana gw makan bento terenak yg pernah gw makan + tentunya ocha terbaik juga! (walo gw blm expert bedain mana ocha enak dan engga.hehehe).. Kita sempet makan d restoran yg nyajiin makanan Jepang “tradisional”, enaaaak buanget… Ikannya fresh bgt..
Mungkin temen2 NFSA nggak bisa baca ini dengan sempurna krn hrs dibaca dengan translator, tp intinya gw mau ucapin banyak terima kasih untuk kenshu yang menyenangkan..
お疲れ様でした。。