wabbit was here!

wabbit was here!

my truly mission is to find the real story about my ancestors.. but somehow, i’m enjoying traveling in this country..  a bit shy that i’m not traveling too much in my own country.. it’s because of some “strick rules” that i’m living in.

I am now traveling in Kyushu for filming Kokoronotomo TV program. NO! i am not working for metro tv.. feel blessed to be in this production team. to see Japan deeper and get ore insight and have more reason to love this country. well, I am proud to be Indonesian who travels a lot in Japan, even more than the local people here..  :p hehehe!!!

I was not a traveler. I was just a down town girl with a big dream. i just want to see the world, in anyways..

kakisayah

Now, because i feel like i have more “power” to step up and feel my freedom,  i am wearing this anklet..

Talking about this anklet, i made it my self when i went traveling with Taiji to visit Ryoko and Kenji in Fukuoka 2 years ago.. and funny, i will be in Fukuoka by the end of this journey – almost exactly anniversary of my beloved anklet.. :p

Actually i promise my mother to dismiss this anklet after my wedding day.. but Hopefully my mom will have mercy for me , so i can  still wearing this anklet.. :p

ow, should i make a petition, so i won’t have to loose it?? hehehe~

Advertisements

ketika saya kembali 3

Ingatan saya tentang hidup saya 19 tahun lalu memaksa saya untuk merendevu semuanya. Saya selalu merasa semua detil yang saya punya adalah mimpi. Kadang saya berfikir bahwa saya terlalu banyak berimajinasi.

Sebulan lalu saya pergi ke Morioka, dan saya menapak tilas semuanya.

stasiun,

rumah sakit,

lorong jalan ke rumah ayah,

apartemen ayah,

toilet,

rumah pemilik apartemen ayah,

saya ingat semua.

Dan hal yang paling membuat saya terharu adalah, ketika semua yang saya pikir adalah imajinasi ternyata benar benar terjadi di masa lalu. Mereka membenarkan semua detil yang saya punya. Mereka ingat Ayah saya. Mereka ingat semua hal yang saya deskripsikan, dan membuat mereka percaya bahwa saya adalah anak perempuan yang sering berkeliaran di lingkungan mereka 19 tahun lalu.

Saya sangat bahagia mengulang semuanya. Dan cukup shock dikejutkan dengan cerita dari pemilik apartemen ayah, bahwa apartemen ayah sebenarnya sedang dalam tahap dirobohkan untuk dibangun bangunan yang lebih modern. Sebenarnya mereka sudah berniat dari sebulan sebelum saya datang, namun kontraktornya tidak bisa menyediakan jadwal. Perobohan dilaksanakan hari sebelum saya datang kesana, namun ada yang aneh, di lokasi itu pemilik apartemen memiliki  6 unit apartemen, 2 unit sudah bersih dibongkar, namun – bukannya membongkar apartemen ayah saya yang notabene ada di sebrangnya, si kontraktor malah merobohkan 2 apartemen yang ada di belakang apartemen ayah. Entah Allah berencana apa, hari perobohan itu berjalan molor, dan apartemen ayah tidak berhasil disentuh. Sang kontraktor berjanji untuk datang hari selanjutnya (hari ketika saya datang kesana) namin pada pagi hari, menurut pemiliknya, sang kontraktor menghubungi mereka untuk bilang bahwa hari itu mereka tidak bisa bekerja dan baru akan merobohkannya besok hari (hari setelah saya datang). ALLAHUAKBAR, teriak saya dalam hati.

Saya lalu segera menghubungi keluarga saya di Indonesia untuk membagi cerita bahagia ini. Ibu saya sentak menangis. Adik-adik saya, sat dan ken ikut mendapat euphorianya. Mereka ikut merinding saya rasa. Tapi satu hal yang saya rasakan. Saya bahagia. Sebahagia ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Jepang dan bertemu ayah.

Semua masih terasa sama, kecuali 1, saya tidak bisa lagi membagi perasaan ini pada Ayah. :’)
I miss you Dad..

*

Dedicated to dad and his 13 years memorial day

 

indonesia kita vol.1.. berhasil!!!!!! <3

  • 2011.12.11(Sun)<Tanggal 11, Desember>

    『Indonesia Kita!-インドネシア、キタ!-vol.1』

    ホームページ:http://indonesiakita.net/

    Place:Live House APIA40 (Gakugei-daigaku station)

    Time:open 13:00 start 13:30

    Ticket:¥2500+1drink /¥1500+1drink (Indonesian)

    Cast: Hiroaki KATO/加藤ひろあき

        Ari Sudarmanto (from Pulau Merah Cafe)

        Reisha Humaira

        Novriana Dewi

        Annisa Hara and more….

    ・Indonesian Music

    ・Indoensian language lesson

    ・Tari Piring(Minankabau Traditional Dance)

    ・DJ Time (Funkot, Slow Dangdut etc…)etc…

    主催: Hiroaki KATO / Isti Winayu

    協力:Nanae Hanawa(MC)/Pulau Merah Cafe (Musashi Koyama)

    <Ticket>

    『お名前』、『予約枚数』、『緊急連絡先』を明記の上、

    indonesiakita.info@gmail.com

    までメールをお送りください。


Alhamdulillah, acara indonesia kita vol. 1 kemarin berhasil diadakan. uhuuu~
Saya sih happy luar biasa, semoga temen-temen yang lain juga. 🙂

Hal amazing untuk saya. Event yang pastinya akan terus saya ingat. Berada bersama Hiro dan Bandnya dalam satu panggung, membawakan lagu-lagu Indonesia di Jepang dan bukan sekedar acara Indonesia karena ini sebuah gigs indie yang biasanya saya cuma jadi penonton dan sibuk mengagumi para entertainernya. Salut untuk semua performer, Reisha + Ade dengan tari piringnya, mas ari dan mas juggler yang saya lupa namanya, dan pastinya Hiro + Ohta san + Yo kun + Ikkun.. Untuk semua organizer juga Nanae + abe isti + Nao san + Miki + (syapa lagi ya??) pokoknya terima kasih!

Yang bikin  saya makin happy adalah animo dari pengunjungnya. Well, mostly fansnya Hiro, tapi seneng juga menghadapi kenyataan diakhir acara bahwa mereka menghampiri saya hanya untuk bilang “icha kawaii” (icha lucu).. hehehe~ bukan saya GR, tapi ya ya ya… gimana dong? :p

Cuman bisa bilang Alhamdulillah. semoga setidaknya lepas dari kesalahan saya di atas panggung kemarin, semua orang bisa terhibur.
Semoga ada kesempatan lain lagi untuk saya, dan semoga saya bisa lebih baik lagi. 🙂

Yang belum sempat hadir, semoga lain kali bisa ikut gabung di Indonesia kita vol.2 dan event lainnya lagi.. 🙂

 

yay!

 

Growing Documentary about Tohoku Disaster

Do you know how I feel about Tohoku Disaster?

I feel like, i have an insight to that matter. I live in Japan, but I am not living in Tohoku Area. But since i felt the earthquake and volunteered from day 2, went there and still have connections with some victims, so – i have something pushing me to do something for them. The thing is, I dont have money to buy them things. I don’t have power to do the reconstruction. I don’t have knowledge to help the medication. I couldn’t even talk to local people in a good Japanese, but i really wanted to do something for them.

Few months ago, fortunately, i got a very good opportunity to do something for them. Do something that i can do with my ability. My professor approved my proposal to make a “growing documentary” for Tohoku. I created the name Growing Documentary as the film will be growth together with the growing of the reconstruction of Tohoku after the disaster. Alhamdulillah.

Now, I am still on my first step. And thanks to Allah, I got a lot of helps from many people to do this documentary. If you wanted to know, most of the people on the credit – i’ve never met them, not even talked to them online. They’re volunteering themselves to the project. They’re from many different backgrounds, countries, educations even ages. So cool! Thank you all!

It’s a very big step for me as my film was shown on CineGrid Showcase on Tokyo International Film Festival 2011 last month in Tokyo – Japan. After that, the CineGrid Community seems interested to the idea and offer us to work together. I am so happy for that. Alhamdulillah.

Now, Let me show you the documentary. I hope you like it! 🙂

As this documentary will keep growing, it will need many “seeds” + “waters” + “oxygens” + “fertilizers” and so on.. So, if you interested to join me with this project, feel free to contact me. You can be anywhere, any time zone, any island, any country from any background or any thing.. and let’s figure out what can you do on this project 🙂

I hope this project will bring out more energy to Tohoku reconstruction, a learning source for people in the future and also motivate people to helping and loving each other (anywhere).. 🙂

peace..

icha yang ini mau nulis thesis!

Sebenarnya sedang total panik.

Sebenarnya lagi clueless banget.

Sebenarnya lagi kurang tidur luar biasa.

Sebenarnya sedang kelaparan.

Tapi tapi, entah ada angin apa, saya yang ini memberanikan diri untuk mengajukan tema thesis. Walau dengan segala ke-dungu-an,  akhirnya berani untuk menghubungi sensei untuk berdiskusi untuk thesis saya. jyaaaa~ takuuuttt!!!!

Belum diapprove, tapi so far, saya dah berhasil mengconvince dia untuk mendukung saya dengan tema ini.. 😛

 

Sensei sebenarnya agak kaget dengan apa yang presentasikan, karena agak lebih “goyah” dari presentasi “motivasi” pada saat awal masuk Lab. Sensei agak khawatir dengan bagaimana saya mencapai goal. Topik yang saya angkat terlalu sensitif, tapi kalau saya berhasil menjalankan projectnya – akan menjadi sangat menarik. Tegang! Saya sempat down waktu mata sensei seakan berkata “Icha, kenapa kamu selalu memilih topik sensitif” hehehe! Ya, dulu di presentasi motivasi, saya pernah mempresentasikan sesuatu yang juga membuat sensei bilang “kamu yakin dengan topik ini? karena ini sangat sensitif dan biasanya data yang kamu dapat harus dirahasiakan. Jadi perlu effort lebih untuk lalu bisa mempublishnya sebagai bahan thesis.” Tapi entah bagaimana saat ini saya MAU mengerjakan ini. Mengerjakan sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Insyallah. Ingat posting mengenai mimpi, ego dan realita? Saya memutuskan untuk menggabungkan semuanya! Saya tau dalam hidup kita harus memilih, dan saya memilih untuk mengkolaborasikan mimpi saya untuk bisa melebur dengan ego dan menjadikannya realita!

Semoga semua pihak membantu saya.

Ya, untuk merealisasikan ini saya akan butuh banyak orang. Saya akan butuh banyak pihak untuk mendukung saya.

Teman, Icha yang ini mau nulis thesis. Mohon bantuan dan dukungannya ya.. 🙂 Insyallah, hasil dari edukasi ini akan berguna untuk banyak pihak.

Smangat smangat!!!

new friend called tumblr

belakangan gw punya mainan baru, bukan melupakan dunia yg ini.. hanya karena di iphone ada aplikasinya, jadi lebih gampang kl pengen update2 gitu.. namanya tumblr. my another world..

layoutnya simple, seru aja dipake. emang sih, jadinya kayak kebanyakan mainan gitu.. blog, facebook, plurk, twitter.. well, sebenernya sedang mencoba coba aja – sekalian belajar media mana yang paling enak dipake. media mana yang secara design lebih mudah dimengerti, interface yang menarik, dll.. wajar dong? secara gw skolah di skolah media, mesti tau dan menilik si media media ini biar nggak ketinggalan tren media. but dun worry, temen cerita panjang lebar diantara media-media itu tetep this blog sepertinya.. 🙂

thank you buat temen-temen yang ikut baca blog ini, temen-temen yang ikut ngeramein blog ini, yang juga ikut sampe ngesearch blog ini di search engine, yang suka kasih ide via email, atau menkomen di postingannya.. thank you all!!!

dream.. catch it if you can!

Seorang anak perempuan, kira-kira usianya 8 tahun, tertegun di depan tv. Ia sedang bersama saudara-saudaranya menonton bagaimana seekor T-rex sedang mengejar sekelompok manusia yang terjebak di Jurassic Park. Anak itu tak berkedip, gerakannya melambat tak terusik. Tak ada satu adegan pun yang ingin ia lewatkan. Ia tau bahwa dinosaurus sudah lama punah, karena itulah dia takjub bagaimana sebuah film yang diputar dengan laser disk itu bisa begitu nyata menggambarkan hewan-hewan purba hidup seperti hewan lain di kebun binatang.

Konsentrasinya masih belum bisa terusik sampai ia menemukan sebuah nama ‘Steven Spielberg’. Saat itu, dia bahkan tak tau apa itu ‘Director’. Tapi nama itu sangat menancap di kepalanya. Di tulisnya di diary bahwa kelak ia akan menjadi seperti Steven Spielberg. Hingga beberapa tahun setiap kali ia harus mengisi buku biodata di buku temannya, dia akan menjawab bahwa cita-citanya adalah menjadi Steven Spielberg, dan tentu saja teman-temannya akan complain karena apalah arti nama Steven Spielberg. Tapi saat itu cita-cita hanya berarti cita-cita. Bagaimana bisa seorang perempuan dari desa, yang bertemu teknologi saja sulit bisa menjadi seorang Spielberg.

Tahun 2001, usinya sekitar 16 tahun. Ia berlibur ke Jakarta. Namun semua kegiatannya berhenti ketika ia melihat sebuah peperangan antara tentara Jerman dan Amerika. Sebuah film seri yang diputar seharian via HBO menarik hatinya. Sebuah peperangan yang di reka ulang namun terlihat begitu hidup. Warna yang luar biasa, gerak kamera yang membuat film itu begitu nyata. Ia jatuh cinta. Dan diakhir episode, nama itu keluar lagi ; ‘Steven Spielberg’, dan kali ini berkolaborasi dengan beberapa produser besar seperti Tom Hanks. Dari situ mimpinya terbangun lagi. ‘I want to be like him’..

Tahun demi tahun berlalu. Kesempatannya untuk mempelajari videografi semakin banyak. Mulai dari kuliahnya, hingga terbawa di pekerjaannya. Dunia yang ia senangi. Dunia dibalik lensa, sebuah dunia yang memang masih sangat jauh dari ‘Spielberg’ tapi membuatnya merasa dekat. Dunia yang memberinya kebanggaan dan kebahagiaan untuk ada didalamnya, namun juga tidak berarti semua orang mendukungnya hingga akhirnya perlahan dia lepas. Tidak 100% lepas, karena beberapa orang mengetahui kemampuannya dan terkadang membuatnya terjun masuk ke dunia itu lagi walau hanya untuk membantu.

Kali ini Ia sedang melanjutkan studinya. Setelah sekian lama ia mulai melupakan cita-citanya, ia kembali menemukan dunia itu. Kembali menemukan suatu komunitas yang memiliki visi sama, bukan menjadi Spielberg, tapi mereka-mereka yang juga mencintai dunia dibalik lensa. Namun ia kini bingung. Haruskah ia kembali mengejar cita-citanya, atau tetap berada di jalur realita belajar untuk menjadi misionaris sosial dan mengejar karir baik demi masa depan ideal.

 

Kemana kaki harus dilangkahkan? Usia yang kini tidak lagi muda membuatnya harus berfikir keras untuk ini. Ia bukan lagi anak kecil yang bisa dengan mudah memilih sebuah cita-cita.

but yeah! dream.. catch it if you can!