Harapan untuk Jakarta, untuk Indonesia

Film ini bagus. Sebenernya mungkin buat kampanyenya pak Jokowi. Well saya bukan penduduk Jakarta, dan bukan fansnya pak Jokowi, tapi saya hanya melihat cita2 beliau dan message dalam film ini. Menurut saya kontennya bagus banget. Modern tapi manusiawi. Di postingan ini, saya mau memandang pesan dalam film ini dengan lebih luas, bukan cuman soal Jakarta, bukan cuman soal pak Jokowi.

Tapi 1 sih yang saya takutkan, mentalitas masyarakat. Hanya dengan perbaikan mentalitas, insyallah yakin deh perbaikan pembangunan itu jauuuh lebih cepet terjadi. Mentalitas yang saya maksud tadi diantaranya :

  1. Masyarakat kadang suka nggak sabar dengan yang namanya proses. Perbaikan pembangunan Jakarta nggak mungkin dilakukan dalam 5 tahun.
  2. Mentalitas untuk menjaga kebersihan. untuk buang sampah dengan pemilahan sampah aja pasti susah banget. Tahun lalu saya pulang ke Indonesia, sediiihhh banget liat busway lantenya udah bolong2, joknya udah dekil, baunya – beuuhhh! masyaallah. Menjaga kebersihan itu bisa hanya dengan menjaga diri kita sendiri dulu kok. Mandi, jadi nggak perlu mengkontasminasi udara di dalam angkutan umum. Lalu, tangan juga nggak usah nggratil, nguwek2 jok bis/ angkot / busway.
  3. UUD, ujung-ujungnya duit. Semua orang orientasinya duit. Bingung banget kayak gini caranya. Well, balik lagi – yang namanya bos juga mesti adil. Uang gaji itu mbok ya dibayarkan sesuai dengan standar manusia~
  4. Standar kebahagiaan adalah Harta. hm..! no comment.. kasihan sekali.
  5. Tidak ada penghargaan untuk mereka yang berprestasi. ini serius nih. masalah nasional kl ini. hehe

Saya sepakat sekali dengan kalimat di awal fim “Keadaan Jakarta berpengaruh pada keadaan wilayah lainnya”. Semoga sih dengan pemimpin yang baru, Jakarta bisa dijadikan kota yang nyaman supaya Indonesia secara keseluruhan juga berubah jadi lebih nyaman, kembali ke Indonesia yang ramah untuk semua orang.

Mungkin yang baca ini akan bilang, “lo sih enak cha, tinggal di luar negri – nggak perlu ngerasain kesemrawutan yang ada di Indonesia”. Don’t worry about that.  I love Indonesia so much, and i’m going back soon! (dari jawaban barusan, banyak yang membalikkan dengan “ngapain lo pulang, Indonesia udah nggak enak”) memang, hidup di Jepang selama 2,5 tahun ini nyaman sekali, saya juga senang dengan cara orang memberi reward disini, I am so happy disini. But somehow, saya tau bahwa i am not belong here. I am not perfect, saya juga belum tau apa saya bisa berkontribusi buat Indonesia nantinya. Tapi seengganya, saya ingin belajar dan memulai untuk jadi bisa.

I love Indonesia, apapun konsekwensinya. 🙂

Insyallah semoga Indonesia jadi lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s