ketika saya kembali 3

Ingatan saya tentang hidup saya 19 tahun lalu memaksa saya untuk merendevu semuanya. Saya selalu merasa semua detil yang saya punya adalah mimpi. Kadang saya berfikir bahwa saya terlalu banyak berimajinasi.

Sebulan lalu saya pergi ke Morioka, dan saya menapak tilas semuanya.

stasiun,

rumah sakit,

lorong jalan ke rumah ayah,

apartemen ayah,

toilet,

rumah pemilik apartemen ayah,

saya ingat semua.

Dan hal yang paling membuat saya terharu adalah, ketika semua yang saya pikir adalah imajinasi ternyata benar benar terjadi di masa lalu. Mereka membenarkan semua detil yang saya punya. Mereka ingat Ayah saya. Mereka ingat semua hal yang saya deskripsikan, dan membuat mereka percaya bahwa saya adalah anak perempuan yang sering berkeliaran di lingkungan mereka 19 tahun lalu.

Saya sangat bahagia mengulang semuanya. Dan cukup shock dikejutkan dengan cerita dari pemilik apartemen ayah, bahwa apartemen ayah sebenarnya sedang dalam tahap dirobohkan untuk dibangun bangunan yang lebih modern. Sebenarnya mereka sudah berniat dari sebulan sebelum saya datang, namun kontraktornya tidak bisa menyediakan jadwal. Perobohan dilaksanakan hari sebelum saya datang kesana, namun ada yang aneh, di lokasi itu pemilik apartemen memiliki  6 unit apartemen, 2 unit sudah bersih dibongkar, namun – bukannya membongkar apartemen ayah saya yang notabene ada di sebrangnya, si kontraktor malah merobohkan 2 apartemen yang ada di belakang apartemen ayah. Entah Allah berencana apa, hari perobohan itu berjalan molor, dan apartemen ayah tidak berhasil disentuh. Sang kontraktor berjanji untuk datang hari selanjutnya (hari ketika saya datang kesana) namin pada pagi hari, menurut pemiliknya, sang kontraktor menghubungi mereka untuk bilang bahwa hari itu mereka tidak bisa bekerja dan baru akan merobohkannya besok hari (hari setelah saya datang). ALLAHUAKBAR, teriak saya dalam hati.

Saya lalu segera menghubungi keluarga saya di Indonesia untuk membagi cerita bahagia ini. Ibu saya sentak menangis. Adik-adik saya, sat dan ken ikut mendapat euphorianya. Mereka ikut merinding saya rasa. Tapi satu hal yang saya rasakan. Saya bahagia. Sebahagia ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Jepang dan bertemu ayah.

Semua masih terasa sama, kecuali 1, saya tidak bisa lagi membagi perasaan ini pada Ayah. :’)
I miss you Dad..

*

Dedicated to dad and his 13 years memorial day

 

Advertisements

7 thoughts on “ketika saya kembali 3

  1. Reisha says:

    Keren Chaaa. Dan sugoi ya rumahnya masih sama dg belasan tahun lalu. Kl rumah di Indonesia pasti udah ada yang beda, entah catnya atau apanya gitu 😀

    • chazky says:

      thank you sha.. sebenernya ada yang berubah. pintu toiletnya berubah tempat. ^^ mgkn krn kl winter dingin banget.jadi pintunya di majuin ke dalem abis pintu kedua.. ^^

  2. Novriana says:

    Potonya lucuuu, itu cowok yg di sebelah sama dengan cowok yg waktu kecil Cha? 😀
    Senangnya bisa napak tilas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s