ketika saya kembali 1

Sekitar 19 tahun yang lalu, saya sempat tinggal di Jepang beberapa bulan. Saat itu ayah saya mesti menjalani operasi ke 2-nya karena kanker paru-paru. Ayah saya tinggal di sebuah kota bernama Morioka di Iwate perfektur, dan saat itu beliau mesti tinggal di rumah sakit selama berbulan-bulan karena penyakitnya. Saya tinggal di apartemennya bersama Ibu dan adik saya, Sat.

Saya masih ingat sangat jelas hari ketika pertama kali saya mendarat di Narita, saya dijemput oleh 2 paman saya yang juga tinggal di Jepang. Seperti dunia yang sangat berbeda. Bangunan kokoh yang terkesan dingin, dengan orang yang super banyak dan berjalan sangat cepat. Sangat berbeda sekali dengan rumah saya di Indonesia yang dikelilingi sawah dan banyak kerbau, ayam, kucing. Saya ingat saat itu harus naik bus ke Tokyo dan naik shinkansen untuk pertama kalinya. Bulan November. Dingin sekali, dan saat itu shinkansen sangat penuh, tidak adalagi tempat duduk. Saya yang masih sangat mengantuk harus duduk diatas koper menahan kantuk karena takut.
Tiba di Morioka, kami naik taxi berwarna hitam yang pintu penumpangnya bisa terbuka sendiri. Berlari dari dinginnya malam yang sudah sangat gelap, saya pun masuk ke taxi yang hangat dan segera tertidur. Tidak sampai 20 menit, kami tiba di depan gang apartemen ayah. Saljunya sangat tebal. mungkin sepinggang saya saat itu, saya menyentuhnya. Salju itu ………….. empuk! lalu berlari ke dalam apartemen.

Apartemen ayah seperti rumah 1 lantai. Masuk melalui sebuah pintu kecil,  bau khas pemanas menyambut. Ketika masuk – disebelah kiri ada sebuah pintu kayu, which is toilet  yang baunya enak sekali. Baunya seperti bau es, bau kayu, dan pembersih toilet. Harus masuk sebuh pintu lagi untuk sampai kedalam. yang pertama terlihat adalah sebuah ruang makan kecil dengan kotatsu yang diatas mejanya banyak sekali bumbu-bumbu seperti kecap – saos dan sebagainya, ada dapur dengan jendelanya dan sebuah pintu ke kamar mandi. Di sisi lain, sebuah pintu ala rumah nobita, dan ketika dibuka, whala~ kamar ayah. Ayah tidur dengan futon, seperti alas tidur nobita. Di dalam kamar ada TV 14 inch berwarna merah dengan antena, disebelahnya ada pemanas ruangan yang diisi dengan bensin – sehingga baunya sangat khas, dan sebuah telpon kuno berwarna putih yang nomornya harus diputar, seperti di rumah eyang jaman dulu. Di atas TV, ada foto keluarga dan 2 buah apel yang sudah kisut. Masing-masing apel ditempeli selotape yang diberi nama : Annisa dan Satya. Menurut om, ayah ingin bilang “selamat datang anak2”. I miss him immediately. Kami sudah berpisah selama setahun lebih sebelum ayah divonis kanker.
Saya ingat saat itu ibu mengeluarkan jaket untuk saya dan sat pakai. Kami akan ke rumah sakit malam itu juga.

Dengan Taxi yang sama, kami segera ke rumah sakit. Jaraknya sangat dekat. Saya ingat jalan menuju kesana. Saat itu sudah gelap dan salju juga turun, tapi saya bisa melihat balik bahwa kami melewati gang yang sepi berselimut salju, diujung jalan terdapat pom bensin dan lalu keluar jalan besar.

Sampai rumah sakit, saya naik ke lantai 7. Begitu lift terbuka, ibu langsung lari keluar bahkan melepas tangannya dari saya dan sat karena ibu segera menemukan sosok ayah di common room rumah sakit, di sebelah kiri lift. Ayah sedang menonton TV dengan pasien lainnya. Dengan kimono rumah sakit berwarna biru, gelang pasien dan tubuh yang mengurus, ayah memeluk ibu. Aku dan Sat sentak kaget, dan segera berlari ke pelukan mereka. Saya ingat adegan itu membangunkan emosi semua orang yang ada disitu untuk ikut menitihkan air mata.

Ketika akhirnya Ayah bisa memberi fokusnya padaku, saya membisikkan sebuah kalimat padanya “Aku sayang ayah”.

Hari yang sangat bersejarah untuk saya. Hari pertama saya menginjakkan kaki saya di Jepang, hari dimana ketika akhirnya saya bisa bertemu dan memeluk Ayah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s