songs for ishinomaki

Dalam rangka Asean Youth Caravan kemarin ini, saya diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian. Niat awalnya, asal bisa ikut bantu – alhamdulillah banget. Sebulan sebelumnya saya di kontak mas Yudho dari KBRI, kebetulan juga sedang ikut bantu membereskan perpustakaan KBRI, jadi informasinya cepat saya terima. Diputuskan : saya, Kiki dan Dika yang akan berangkat, dengan pertimbangan kami bisa menjadi representasi mahasiswa Indonesia di Jepang. Kiki dengan tari legong, saya dan dika akan berduet menyanyikan lagu bengawan solo dan sukiyaki. Sedikit mengaransemen lagu, tapi tidak pernah latihan sama sekali karena kami luar biasa sibuk. Tidak disangka, saya juga kena flu parah, sampai harus bedrest karena semua tulang rasanya sangat sakit. Belum selesai dengan flu – hidung pun ikut sok eksis dengan kasih saya hadiah cucuran darah, dokter bilang saya kena “burned out” mungkin dalam bahasa Indonesianya panas dalam, karena terlalu capek. 3 Hari sebelum berangkat, kami akhirnya bisa melakukan latihan, satu-satunya latihan yang kami lakukan. Walau dengan agak ketidakyakinan, karena suara saya belum kembali 100%, si nafas juga masih terengah2 akhirnya menyanyilah saya dengan Dika.

Sedikit membaca itinerary, kaget! kok yang dateng orang “penting”.. acaranya kayak apa ini???

H1.. 

Nggak tidur betulan, selesai lab jam brapaa~ trs pulang langsung packing, tidurnya kayak ayam. Takut g bangun. Pagi-pagi dibangunin otto dan bunda. Thanks God ada mereka. Setidaknya charge sebelum berjuang. Sebenernya secara mental saya agak takut. Sendai, gempanya masih ada terus. Dalam hati saya cuma berharap, semoga tidak ada orang yang mengaktifkan aplikasi “yurekuru” (detektor gempa) – supaya saya tidak perlu tertekan mental.

Akhirnya tiba di gedung Nippon Foundation terlalu pagi. Jam 7 pun ternyata bukan jam berangkat, tapi jam berkumpul. Berkenalan dengan banyak orang – para representer negara-negara ASEAN lainnya, termasuk didalamnya mas Fadly, mas Rindra, Yosep “Ring of Fire”, Derby, dan mas Indra dari Sony music. Alhamdulilah bisa baur juga kita. Mungkin karena darah Indonesia kami mengalir begitu deras, Jendral!

Perjalanan sekitar 6 jam, Sempat berhenti untuk makan siang di Fukushima. Dijemur panas-panas di bangku taman, makan bento sambil menghirup radiasi – mungkin. I don’t care anyway. hehe~

Tujuan pertama adalah Natori. Merinding saya. Natori rata. Tidak ada lagi kehidupan disitu. Sedih rasanya. Sejenak membandingkan dengan kota tempat saya tinggal, ya Allah, tidak terbayang bagaimana air bisa membuat semuanya menjadi seperti itu. Walau saya pernah melihat videonya via youtube, tetap saja beda rasanya ketika melihat langsung ke lokasi.

Teman-teman survivor dari Phuket dan Aceh juga ada di dalam rombongan, dan mereka sempat menangis, mungkin teringat dengan betapa tsunami pernah merenggut kehidupan mereka dulu.

Allahuakbar, ketika saya kemudian memutar videonya lagi. Allahuakbar, sungguh Allah maha besar. Jujur, secara mental saya jatuh sekali. Malamnya, saya mencoba menenangkan diri, saya mencoba untuk lupa sejenak rasa sedihnya dengan berlatih bersama mas fadly, mas rindra, yosep, dika, derby dan kiki. Mas fadly mengajak saya untuk berkolaborasi besok.

H2..

Ishinomaki, namanya begitu familiar. Sebulan di KBRI sebagai call center, saya seperti meihat peta 4D. Saya terbiasa melihat peta Ishinomaki dan kali ini saya berada di dalamnya. Seperti mimpi sebenarnya. Tapi keadannya tidak seperti yang saya mau. Ishinomaki masih dalam cover sedih. Banyaknya korban, banyaknya kehilangan sama sekali tidak bisa dibayangkan. Lokasi yang saya datangi memang tidak serusak Natori, disini masih ada kehidupan, harapan, senyum dan keceriyaan. Mungkin hanya di Ishinomaki bagian ini saja. saya juga tidak yakin. Tapi semoga bagian lain juga memiliki harapan itu. amin.

Dan tibalah saatnya.. hehe~

Setelah beberapa performance dari teman teman negara lain, akhirnya tiba saatnya saya untuk bersuara. Alhamdulillah sekali, nafas – suara bisa keluar. Alhamdulillah tiba-tiba di hilangkan alerginya. Saya menyanyikan Bengawan Solo, Sukiyaki song dan Lagu duet dengan mas Fadly – Kokoro no tomo. So Happy for that. Sisanya, jadi back up untuk “mereka yang advance”. Sempat juga berduet dengan Mr. Surin – Sekjen ASEAN. whaa~

Alhamdulillah juga, semua orang disana terhibur. Semua bahagia.

Alhamdullillah penduduk setempat menerima kami dengan baik. Alhamdulillah perjalanannya tidak sia-sia. Suatu saat kalau fukushima bento berefek buruk bagi saya, saya bersumpah tidak akan menyesal, karena perjalanan kemarin “begitu indah” Saya bicara dengan bahasa Jepang saya yang terbatas dengan beberapa penduduk disana. Mereka bercerita mengenai pengalaman mereka. (Insyallah di cerita berikutnya)..

Hari ini diakhiri dengan ASEAN Night, Mr. Surin dan Sasakawa san – Nippon Foundation hadir disana. Beberapa rekan ikut perform, dan acara ini diakhiri dengan poco-poco bersama.

H3..

Hari ketiga, hari kilas balik. Kami berkunjung ke Higashi Matsushima. Dulunya merupakan daerah wisata yang sangat terkenal di Miyagi-ken. Air sempat naik dan menggenangi kota. Alhamdulillah bukan Tsunami besar seperti di tempat lainnya. Ada 300 pulau kecil yang melindungi lokasi ini. Perekonomian pun sudah mulai terlihat naik kembali. Jumlah turis mungkin tidak sebanyak dulu, tapi setidaknya orang-orang disini sudah bisa jauh lebih optimis.

Sampai di Tokyo sekitar jam 6 sore. Setelah membantu finishing ASEAN Youth Caravan di Gedung NIppon Foundation, Akhirnya rombongan yang tidak tinggal di Tokyo berangkat pulang melalui Haneda Airport. Saya, Dika dan Kiki ikut mengantar. Makan malam, lalu mengantar mereka ke gate. Saya sedih sejujurnya.. 😀

Well, it’s always hard to say good bye, kan?! Alhamdulillah saya pernah ada di Journey ini. Kalau kata Kiki, Setelah sebulan bekerja di call center – crisis center KBRI Tokyo, mengimajinasikan Miyagi – ken, menjelaskan kepada penelpon, I deserve to go here.

Alhamdulillah..

Tapi ada satu yang belum tersampaikan sebenarnya, sebuah lagu dari band saya (R.I.P – meninggal band-nya) yang didedikasikan untuk para korban gempa dan tsunami Jepang. Kita sampaikan disini saja kalau begitu.. 🙂

Entah apa perasaan saya sebenarnya. Disisi lain saya sedih, tapi saya juga lega saya ikut dalam tim ini. Semoga kehadiran kami memang bisa berguna untuk menghilangkan kesedihan mereka.

.

PS :: postingan ini belum selesai sepertinya. ada mood yang hilang waktu saya menuliskannya. anggaplah to be continued.. 😀

Advertisements

4 thoughts on “songs for ishinomaki

  1. Kiki says:

    Pertamax!! Hehehe
    Like this abiz. Can’t imagine if i went without you. Who was gonna help me dress up, make up,etc.
    But sure, love you~ ((^з^)-☆

  2. roninrindra says:

    Mantab!!..baru ngeh kalau tempat makan siang itu fukushima,pantes orang pada pake masker,..di tunggu sambungannya cha 🙂

    • chazky says:

      hehehe~ iya mas, itu fukushima.. hehehehe~
      nanti ceritanya kusambung mas, abis ngerjain report yang bejubel.. hehe~

      thank you for reading.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s