kisah si bubur ayam

bubur ayam jalaprang

 

Gw merindu bubur ayam kampung made in Bandung yang dijual pake gerobak dorong sama emang-emang dipagi hari yang indah ketika tentu saja gw belum bangun. Suara piring di pukulin pake sendok pasti jadi alarm mujarab buat gw untuk bangkit dari tidur tanpa gosok gigi dan mandi. Nggak cuma gw kayaknya, adik-adik gw bahkan sepupu gw si pepew pun, kita smua punya reaksi yang sama : buka mata lalu teriang “MAAAANG!” dan lari turun tangga ke dapur ambil piring dan lari kedepan nyamperin si emang.

Suara si emang yang sangat khas pun teriyang-iyang euy “pagi neng, mau brapa” nggak tanggung gw bilang “3000 mang, dijadiin 2 piring yak” (biar banyak ceritanya)

Si emang pun beraksi.

‘PLOK!’ si bubur di lempar si emang via centong kedalem piring. Diberi bumbu2 kayak kaldu, merica dan kecap. Ayam yang entah dari mana pun lalu disuir2 didalemnya.

Mang bubur pun lalu bertanya “pake seledri, kadang, bawang goreng nggak neng?”

“bawang goreng aja mang!” Si emang menaburkan bawang goreng dan potongan cakue di atas bubur dengan gayanya. “kerupuknya yang banyak ya mang!” kata si gw sambil mupeng mandangin kerupuk2 warna warni yang mungkin dibuat pake pewarna buatan. Mang bubur lalu menambarkan banyak kecap diatas kerupuk itu bak mahkota, nggak lupa sambel khas bubur ayam kampung pun ikut ditambahkannya di sisi piring. Dia tau gw suka, walo kadang sehabis makan bikin perut gw berdebar debar.. šŸ˜€

makasih mas/mbak pemilik asli foto ini, maaf saya pake, di sini ndak ada bubur ayam.. terima kasih

 

“nih neng, bubur ayam siaap!” kata si emang dengan ceriyanya.

OOh bubur ayam…. gw merindu!

 

 

ļ»æ

Advertisements

3 thoughts on “kisah si bubur ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s