samskeyti

samskeyti (boundary, interface, joint, junction, seam).

Seorang perempuan keluar dari sebuah caffe setelah belajar bersama, mengucap salam “sampai jumpa” pada dua temannya sambil tertawa-tawa. Ia lalu berjalan sendirian menyusuri kota kecil bernama Takadanobaba. Ia berjalan perlahan sambil menikmati musik dari Iphonenya. Di tangannya ia membawa sebuah buku teks yang harus dipelajarinya untuk menghadapi ujian 2 hari lagi. Ia berjalan perlahan, dan menaiki eskalator turun menuju stasiun kereta bawah tanah. Letih pundaknya memikul tas nya yang berat dengan buku-buku pelajaran. Ia letakkan tas-nya di lantai.

Kereta pun tiba..

Ia menaiki kereta, dan lagu di Iphone-nya pun berganti. Sigur Ros, Hoppipolla. Di dalam kereta, ia menatap dalam setiap penumpang yang lain, mereka yang juga berwajah letih sepulang bekerja. Wajah-wajah tanpa ekspresi yang menatap kosong kearah yang berupa rupa. Angannya menerawang jauh. Entah mengapa semua hal seperti berjalan dalam adegan lambat. Kedipan mata orang – orang, rambut yang bergerak tertiup kipas angin dalam kereta, bahkan laju kereta sekalipun terasa menjadi sangat lambat.

Kereta tiba di stasiun tujuan, Kotakemukaihara..

Perempuan itu lalu turun dari kereta. Masih dengan Sigur Ros di telinganya, ia berjalan sangat lambat dan lalu menaiki eskalator untuk keluar dari stasiun. Laju eskalator benar-benar tersihir menjadi sangat lambat, ia terbuai hingga tak sadar sinar matahari dari luar stasiun menyapanya seakan menyadarkannya dari lamunan. Ia sudah berada diluar stasiun sekarang.

Sigur Ros, Samskeyti..

Sinar matahari menyilaukan matanya. Perempuan itu berhenti berjalan memandang birunya langit. Langit cerah hari ini, udara pun sangat bersahabat. Padahal beberapa hari ini udara sangat panas, hingga si perempuan sempat jatuh sakit. Ia berdiri di ujung jalan, memandang alam yang begitu ramah. Angin pun ikut mengalunkan ‘Samskeyti’. Ia terhanyut dalam suasana. Langit biru, dan semua keindahan yang ia lihat berubah menjadi siluet. Air matanya keluar. Hatinya yang tadi sedang dalam keadaan baik-baik saja tiba-tiba hancur ditabrak oleh kenyataan.

Ia berjalan tertatih pulang ke asramanya..

Roda itu bulat, dan tentu saja berputar. Saat ini ia merasa sedang merasa ada di bawah. Ia merasa kesepian. Ia merasa ketakutan. Ia merasa hilang. Sepersekian waktu ia tiba-tiba kehilangan semangat. Rasa rindu akan motivasinya memuncak. Ibu, adik-adik, saudara, pacar, teman-teman, smuanya. Ia merasa berada dalam kotak dan tak bisa melihat apapun kemanapun.

Gelap..

Semua pertanyaan mulai muncul di kepalanya. Apa, dimana, bagaimana, siapa, kapan, yang mana? Untuk saat ini ia tak tahu bagaimana menjawabnya.

“Allah, tolong…” jeritnya dalam hati. Dan ya, saat ini, hanya itu yang bisa dilakukannya……….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s