hak customer..

Ingin sedikit mengeluh hari ini. smoga bisa dijadikan pelajaran aja buat temen-temen yang baca.

Hari ini saya sempat sangat kesal gara2 supir taxi dan koleganya. Tapi sih saya udah bikin pengaduan ke bilik aduan si taxi itu. Well, gini ceritanya..

Hari ini hujan cukup deras, saya ada acara di kemang, tapi saya berniat untuk menjemput sepupu saya yang sudah menunggu saya untuk datang bersamaan ke acara itu. Saya naik naik angkot dari daerah Kedoya dan biasa berhenti di ITC Permata Hijau untuk ganti kendaraan dengan Kopaja 70. Tetapi, karena hujan sangat deras, dan saya rasa menunggu bis juga bisa membuat saya terlambat, jadi saya memutuskan naik taxi.

Awalnya saya berniat naik taxi abal-abal saja, yang penting cepat sampai. Tapi si taxi abal-abal ini menolak saya dengan alasan waktu dia bertugas tinggal sebentar lagi, jadi kalau mengantar saya ke prapanca lalu ke kemang, waktu dia akan habis (saya mengerti karena mereka bisa kena skorsing). Karenanya, saya berfirkir naik taxi yang ‘betulan’ saja, supaya lebih lengang waktunya.

Akhirnya dengan menerobos hujan, saya memutuskan untuk menggunakan taxi ‘kuning’ official si ITC. Awalnya mau naik Blue bird, tapi tidak ada yang lewat. kalau pun ada saya sedang berada di daerah si taxi ‘kuning’, jadi saya harus menghormati si taxi ‘kuning’.

Saya pun akhirnya ikut mengantri di tempat tunggu taxi. Si Door man taxi ‘kuning’ pun bertanya “Taxi mbak?” dan pasti saya jawab “iya mas”. Dia seperti biasa lalu bertanya “tujuannya kemana mbak?” saya jawab “saya mau ke Kemang, tapi saya mau mampir prapanca jemput orang”. Dan sungguh kaget saya ketika dia bergumam

“YAAAAAH KE KEMANG!” dengan nada penyesalan.

Saya pura-pura tidak mendengar. Dalam hati saya pikir, ooh mungkin orang ini takut kl jumlah taxi yg stand by akan kosong mengingat jarak tempuh saya lumayan jauh. Akhirnya saya tetap masuk.

Ketika masuk taxi dengan sangat ramah saya menyapa bapak supir yang terhormat “slamat siang pak, saya mau ke Kemang, tapi mampir jemput orang dulu ya di Prapanca”, dan dia menjawab “iya”.

Taxi keluar ITC, dan mengarah ke senayan. Memang tidak macet walau hujan sangat deras. Tetapi, karena tidak melalui jalan yang biasa saya lalui – kali ini lewat jalan Hotel Mulia, saya pun bertanya “Pak, harusnya tadi kita lewat Mustopo kali ya pak??” (nada bertanya memastikan) dan pak supir yang terhormat ini menjawab

“YA ENGGAKLAH.. TAU NGGAK SIH NON, HARI GINI JALANAN SITU BANJIR, YA PASTI MACET LAH! MASA NGGAK TAU?!” (nada super songong dan saya memilih tidak melanjutkan pembicaraan)

Tau kenapa saya tidak melanjutkan pembicaraan? Karena yang terjadi selanjutnya adalah bapak supir taxi yang terhormat ini ngebut ugal-ugalan. kanan kiri – kanan kiri. mepet sana mepet sini.. (BUSEEEET!!!).. Ok, saya masih sabar dengan tidak memberi teguran.

Akhirnya sampailah di rumah Prapanca, saya pun memberi bapak sopir yang terhormat ini sedikit introduksi “Bapak, bapak tunggu sebentar ya. Saya turun jemput saudara saya” dan tanpa basa basi dia berkata :

“MAAF MBAK, SAYA NGGAK BISA NUNGGU!” ketus

“Loh pak, saya cuma suruh saudara saya keluar”

“NGGAK BISA MBAK.. NGGAK BISA! BERAPA LAMA SAYA HARUS TUNGGU?” nada suara bapak sopir yang terhormat ini makin naik.

“lima menit aja bapak nggak mau tunggu? saya kan tadi udah bilang mau ke kemang tapi mampir prapanca dulu” saya masih sabar.

“UDAH MBAK, SAYA NGGAK MAU, SAYA HARUS JEMPUT ORANG KE BANDARA”

jiiaaaaaahhhhh!!!!! saya pun naik pitam.

“UDAHLAH PAK!” membayar tanpa tip, dan sedikit membanting pintu lalu kehujanan masuk ke rumah.

Tidak pake basa basi lagi, saya buat saja aduan pada kantor Taxi itu. Mohon maaf pada pihak terkait, tapi saya rasa saya punya hak sebagai konsumen. Saya lebih menghargai Taxi abal-abal tadi yang punya sopan santun untuk menolak mengantarkan saya sedari awal daripada 2 bapak ini yang saya pikir akan memiliki manner – sopan santun yang lebih baik karena mereka bernaung di institusi yang labih baik dari pada taxi abal-abal tadi.

Well, what do you think? Apa saya salah – marah karena telah diperlakukan begini?

Mohon maaf, tapi saya sepertinya kapok untuk naik taxi itu lagi.

PS : ternyata sudah banyak komplain.. disini.. disini.. dan disini pun bahkan disini

Advertisements

9 thoughts on “hak customer..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s