pembelajaran

Semalem waktu menuju suatu tempat sebuah acara, gw melakukan pembicaraan sangat tidak formal dengan seseorang yang menurut gw harus gw hormatin. Pembicaraan itu dimulai dari tatapan melas khas dia dan kalimat “bingung gw!”. Oh, okay.. kalimat itu adalah sebuah kalimat pembuka curhat yang paling tok cer menurut gw.  Dan akhirnya dimulailah pembicaraan itu.

Dia cerita soal kesusahannya dia, dari A sampai Z soal apa yang sedang jadi dilemanya, khususnya di kerjaan. Soal banyaknya complain dan ribetnya dia karena semua hal harus dia tanganin sendiri. Dia bilang kl dia orangnya nggak enakan. Dan cari aman untuk ngelindungin ‘anak buahnya’. Sometimes dia ngerasa nggak bisa ngelakuin apapun kalau akhirnya dia berada di ujung tanduk dan terjepit karena dua pihak yang berfikiran beda, menjadi penengah antara target penjualan dan realita. (ah jadi berat ginih bahasanya..) Anyway, gw tau nggak semua hal dia ungkapin, secara kita lagi di jalan, nggak nyaman juga ngobrolnya.

Gw pun akhirnya berani untuk ngomong soal kritik gw soal dia. Dan menurut gw ini udah di jalurnya, gw cukup sportif untuk akhirnya ngungkapin prasaan gw. Gw akan ngerasa bersalah kl gw cuman ngomong di belakang. Dan gw rasa, gw cukup berada di zona aman untuk ngungkapain ini.

Intinya gw bilang kalo dia mgkn kehilangan fokus karena terlalu banyak hal yang dia pegang dan sometimes gw ngrasa dia keluar terlalu jauh dari jobdesk-nya. Seharusnya dia menangani kami, anak buahnya lebih. Dan seharusnya dia lebih tegas, jgn mlenca mlence, sebenrnya itu masalah utama dia.. Tapi terus dia berdalih karena ini itu. Okay..

Walo pembicaraan itu nggak menghasilkan solusi apapun, tapi gw lega, karena gw bisa ngomong langsung dan nggak cuman berani di belakang. Gw belajar dari pembicaraan nggak selesi ini, semoga dia juga bisa mencerna ini dengan positif, karena nggak ada sedikitpun niatan gw untuk hanya kasih kritikan buluk yg ngejatohin dia.  Yes, we need a head, dan selama institusi ini masih mempercayai dia diposisi itu, gw berkewajiban untuk menghormati dia, dan dia bjuga berkewajiban mengayomi kami.

Pembelajaran buat gw juga dateng dari komen om vin, di posting sebelumnya. Dan ditambah dengan kutipan dari capt. Winter di Band Of Brother (CD brapa ya?). Hmm, intinya sebuah tim nggak akan berjalan sukses tanpa adanya kerjasama. Dan dalem sebuah tim harus adanya kesinambungan, pengertian dan tanggung jawab. Harapan gw sih, nggak cuman gw yang belajar, tapi semuanya termasuk dia itu.

Bertahun-tahun gw digembleng di berbagai organisasi – dan gw akuin gw hilaf kali ini. Pembelajaran untuk gw untuk balik jadi ‘anggota tim’ yang berkewajiban untuk juga menjaga integritas dan nggak ngedepanin arogansi. Pembelajaran untuk gw supaya bergerak di jalur yang benar, dan selalu jadi orang yang adil tanpa judgement, komunikasi adalah senjata utama untuk menyelesaikan masalah.

be smart, cha!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s