jalur komando

Jalur Komando yang gw tau adalah sebuah runtunan strata – hirarki dalam sebuah ‘company’, organisasi atau tim yang berpengaruh dalam hal pengambilan keputusan dan kebijakan. Jalur komando bisa terdiri dari 2 strata atau lebih, jelasnya adanya anak buah dan komandan. Sebuah organisasi atau bahkan tim sekalipun tidak akan berjalan baik kalu punya jalur komando yang buruk atau malah nggak jelas.

Jalur komando nggak smata-mata ngacu sama tentara. Dalem agama jg ada, Allah sebagai pimpinan tertinggi, lalu ada rasul -blabla- dan diujung ada kita manusia sbagai prajurit (kayak rukun iman). Even keluarga pun ada jalur komandonya toh? adanya tingkat tertinggi yang dipegang ayah, lalu ibu dan sebagai prajurit ya anak-anaknya.

Jalur komando yang baru gw sebutin itu nggak tertulis, tapi diakui keberadaannya. Nah sekarang ini gw punya studi kasus dimana ada sebuah institusi yang jelas – secara keorganisasian, strata dan menejemen – tapi jalur komandonya memusingkan. Nggak sama sekali menyalahkan, hanya kadang sersan bisa nyentuh secara langsung prajuritnya tanpa melalui kopralnya. Ok, itu kebijakan sang sersan, apapun bisa kejadian walo tetep salah tapi nih kadang bahkan letnan pun bisa langsung terjun bebas kasih instruksi ke prajurit karena entah kenapa. Tapi salah nggak kalo keadaannya kebalik, prajurit kroco lebih seneng kalo langsung berurusan dengan letnan karena dia ngerasa  dia akan mati konyol di medan tempur kl dia ngikutin kebijakan dan perintah dari komandannya.

Contoh kasus ini agak mirip dengan keadaan ‘airborne 506 – Easy Company’ CD 1 – curahee. Winter harus berurusan sama Sobel, dan akhirnya dia sendiri yang memutuskan harus apa dan kemana dengan panduan general. (nonton ndiri yaa)..

Pagi ini gw diterangin soal ini sama mas Yoga, menurut dia jawaban atas pertanyaan gw itu adalah prosedur dan kepentingan hak asasi manusia. Prajurit berhak untuk menolak perintah selama perintah itu dirasa tidak sesuai dengan prosedur operasional yang telah ditentukan dan HAM itu tadi. Dan kalo ternyata akhirnya menjadi masalah antara prajurit dan kopralnya, ini bisa dibawa dan diselesaikan di sidang militer.

hm.. ok, mengerti sekarang..

Hohoho…

Jadi kangen BOB….kirim dari bandung aaaah……

just thinking about the military rank..

Advertisements

4 thoughts on “jalur komando

  1. vinsenjunior says:

    Kopral juga manusia 🙂
    Selama saya ditempatkan di berbagai detasemen, saya telah berhadapan dengan banyak kopral. Ada kopral yang benar2 otoriter dan ada juga kopral yang bisa diajak bekerjasama.
    Namun bagaimanapun sifat kopral dan bagaimanapun sifat komandan, saya tidak bisa mengubah kenyataan bahwa saya hanyalah seorang prajurit di sebuah detasemen.

    Seorang prajurit bawahan yang hanya menjalankan perintah, namun di sisi lain juga dibutuhkan oleh kopral dan komandannya. Seringkali “kebutuhan” ini diabaikan. Beruntunglah kita apabila mempunyai atasan yang tidak mempunyai prinsip bahwa “prajurit itu gampang diganti”. Mungkin salah satu kepuasan dari seorang prajurit adalah bagaimana dia merasa dibutuhkan dan dihargai oleh atasannya.

    Detasemen yang baik adalah dimana semua orang menyadari peran masing-masing dan yang paling penting bisa saling menghargai. After all, tidak ada detasemen yang sempurna di dunia ini. Rumput tetangga belum tentu lebih hijau.

    Penutupannya mungkin adalah “bersyukur”. Selama good things lebih baik dari bad thingsnya, selama kita bersyukur, mudah2an perspektif kita akan berubah.. Amiiin 🙂

  2. amri luthfi says:

    wah…wah…jalur komando yang beribet…itu strategi semua yah…..trs perangnya kapan…ditunggu yah…hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s