masa transisi untuk bertransformasi

Setiap manusia memiliki masa transisinya masing-masing bukan?

Wajarkan, bila manusia ingin dimengerti akan kebutuhannya untuk bertransformasi? Tapi tentu aja manusia yang bertransformasi ini mesti-kudu-harus-wajib tetep melaksanakan hak dan kewajibannya secara adil dan seimbang, betul?

Seperti juga halnya ‘DIA’ yang ingin dimengerti karena telah menyingkirkan segala perasaannya dan perpaling dengan alasan transformasi itu tadi. Wajarkah kalo gw juga menuntut hal yang sama, memilih untuk  melalui masa transisi untuk bertransformasi menjadi gw yang bisa menerima alasan transformasi’nya’.

Gw yang ini masih merangkak mencapai garis finish, dimana parameter garis finishnya adalah kebangkitan jiwa gw yang terpuruk karena krisis yang bukan hanya mempengaruhi perkembangan statistika ekonomi dunia tapi juga sok melanda gw. Dan dari skala 1 sampai 10, gw pribadi menaruh pion gw di angka 5.5.. Angka yang sangat rendah mengingat casing gw udah bisa dapet ijazah karena lulus sarjana acting. Owh.. cerdas..

Transformasi.. gw butuh waktu, banyak…. sangat banyak…

Berlari, menghindar dan sembunyi mungkin modal utama gw sekarang untuk menjalani kehidupan gw dengan normal. Dan sekali lagi thx to the Kepoo’s and also Heidi, yang bener-bener memagari perasaan gw yang sedang merangkak diantara batu-batu cadas yang siap longsor.

Ok, nggak ada waktu untuk bahas masa lalu.. it’s 2009, waktunya kejar target! Waktu yang tepat buat melakukan transformasi besar-besaran dalam hidup gw!

transformasi macam apa?

yah, kayak lagu kepompong “ngerubah ulet jadi kupu-kupu”.. Gw akan bertanya seperti halnya ulet, hasil transformasi macem apa nantinya? tapi sama juga kayak ulet, gw akan memaksimalkan kehidupan gw menuju hal yang lebih indah. Yakin masa transisi gw sekarang ini, dengan do’a-usaha dan dukungan dari orang-orang yang sayang sama gw, gw akan mendapatkan keindahan kupu-kupu yang nantinya juga bakal berguna buat lingkungan gw, kayak kupu-kupu juga yang ngebantu bunga buat nyebarin serbuk sari ke putik-putik bunga lainnya.

hah…

Kali ini, gw meyakini hal itu. Bawasannya gw hanya manusia biasa yang sedang berusaha meraih transformasi menuju kesempurnaan yang bisa gw dapet sebagai manusia dengan melalui berbagai masa dan fase.

Gw mencintai hidup gw,  jiwa gw memilih untuk dilahirkan ke dunia. Gw terima baik buruk konsekuensinya.

finding new me

Advertisements

3 thoughts on “masa transisi untuk bertransformasi

  1. napoo says:

    Wooouuww…kata-katamu cha…

    Setuju bgt sm pemikiran lo. Intinya adalah proses itu yang penting, bagaimana hasilnya itu akan menyusul sesuai dengan proses dan usaha yang lo buat. Proses itu lha yang membuat lo lbh maju dalam hal apa pun.

    Hidup itu indah…
    Banyak orang yang berpendapat klo hidup itu ribet. Tetapi, sebenarnya yang melihat hidup itu ribet adalah manusia sendiri, pemikiran-pemikiran mereka sendiri. Drama kehidupan memank kadang tidak indah, tetapi itulah yang membuat warna dalam hidup ini. Bukan bgitu cha?
    Dan ketidakindahan itu akan menjadi indah klo qta sdh melewati masa itu.

    Yupz..itu aza cha comment dr gw. Hidup itu emank transisi tuk melangkah ke tingkat yang lbh maju. hehehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s