bulan dan aku

Awan kelam menyelimuti malam

Membawa hati sendu ilir meragu..

 

Bulan bersandar dengan terang bersinar

Sendiri memandang bumi ditengah sepi..

 

Ditengah jalan tol cipularang, aku memandang keatas,

Diantara kesedihan dan kekecewaan terhadap diriku.

 

Dalam hati ku berbisik,

”Wahai bulan, terima kasih kau masih memancar sinar ceria-mu diantara langit yang begitu gelap”

 

Bulan begitu yakin dengan sinarnya, dengan bentuknya yang sempurna

Membawa kesunyian malam pada sebuah kenyataan yang terpadam

 

Bulan menatapku dan mengisyaratkan bahwa aku harus sepertinya.

 

Dalam hati aku betanya,

”tidakkah kau sedih dengan kesendirianmu?”

Sinar bulan ditengah awan kelam pun menjawab pertanyaanku dengan pancaran sinar putihnya

 

Bulan memang terlihat sendiri menyinari bumi malam ini, tapi tidakkah kutau, bahwa ada beribu bintang yang berdiri bersamanya dibalik redupnya malam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s