mencoba mengerti arti hidup

Allah, kau tau yang terbaik untuk setiap insan yang kau ciptakan. Aku mengerti. Karna itu aku akan berusaha memperbaikinya.

Baru aku pahami, bahwa semua yang sudah kuberikan selama ini adalah salah. Seluruh perhatian, kepercayaan, kesetiaan, jiwa, raga, mimpi, smua salah. Aku menyesal. Karena itu aku berintrospeksi.

Aku selalu berfikir bahwa semua kebahagiannya adalah ketika aku membuatnya nyaman bersamaku, dimana kita bisa membagi mimpi kita. Ternyata aku salah lagi.

Kebersamaan yg diberikan selama ini ternyata maya baginya. Aku ternyata salah lagi, karena telah kutanam bibit cinta dan kubiarkan hatiku mengembang hingga besarnya, begitu dalam ketika semua organ tubuhnya menerimaku, ketika lingkungan tercintanya juga mengembangkan aura positif padaku.

2 hari menjelang memendeknya usiaku, aku menangis dalam renunganku. Apa yang salah dengan aku sehingga orang-orang yang aku cintai merasa tidak nyaman bersamaku.

Sesuatu yang aku pelajari adalah betapa kasarnya aku dan itu amat mengganggu kestabilitasan hubunganku dengan semua orang.

Dalam renunganku aku berfikir apa aku setidak berharga itu sehingga kini aku merasa ditinggalkan.. Aku merasa bodoh dan hina!

Kehidupan yang selama ini kuanggap perfect malah berbalik menyerang. Aku mencintai hidupku, dan ini kupersembahkan untuk orang-orang yang aku cintai.

Fuh..atau hidup tidak selemah itu?

Tapi yang aku tau cintaku padanya akan terus ada di hatiku. Kubiarkan cintaku tetap utuh walau topan badai kini sedang menerpaku. toh aku hanya bisa pasrah kan?

Aku dalam kebingungan.

Apa aku salah memaknai arti hidup? selama ini bukan kugantungkan hidupku padanya, tapi aku hanya menjalani apa yang dia komitkan padaku, dan sebaliknya.

Aku menangis dalam do’aku. Meminta, mengemis, mengiba akan datangnya hari yang lebih baik bersamanya, atau disembuhkan lukaku dan diberi kekuatan agar aku bisa tetap melanjutkan hidup dengan rasa gembira dan sedih yang sekarang harus aku bagi sendiri.

Allah, aku mencintainya.. Sepenuh hatiku, seluruh ragaku, seutuh jiwaku.

Allah, aku tau ini duniawi. Kau tau sejak dimulainya hidup yang kujalani dengannya selalu kupenuhi dengan do’a, karna aku tulus menjalani ini demi kau ya Allah. Walaupun seiring niatku seringkali kulangkahi dirimu dengan pikirandan tindakan duniawi yang belum dapat kami bendung.

Kini kukembalikan padamu ya Allah. Kau punya jawaban atas do’aku.

Aku tulus melakukan ‘cinta’ ini untuknya.

Aku ingin meminta dibukakan mata dan hatinya atas segala usahaku membuatnya selalu bahagia, dimana dia akan selalu diterima di hatiku, disisiku, di batinku, di ragaku, dijiwaku.

Aku tak mungkin memaksakan perasaanku padanya, terlalu egois. Maka itu bantu aku ya Allah, untuk lebih mengerti arti hidupku untuknya.

Aku sangat mencintainya, dan sesuai janjiku, aku akan selalu menunggunya.

Alhamdulillah, tanpa emosi dan air mata aku berhasil melalui 7 jam tanpa meratap dan terlena dengan apa yang sudah terjadi. Alhamduillah walau sulit tapi kau bantu aku menghadapinya.

Alhamdulillah, aku punya ibu, adik2, sepupu, sahabat dan orang-orang yang mencintaiku. bantu aku untuk menjadi lebih baik dan menghadapinya dengan senyuman agar mereka yang masih menyayangiku dan mencintaiku agar tidak tersakiti dengan sakitku.

Aku mohon ya Allah, hidupkan kembali jiwaku agar aku bisa menjalani sisa hidupku dengan bahagia..

Jaga dia ya Allah, jaga cintaku agar dia mendapat yang terbaik untuk hidupnya..

Advertisements

2 thoughts on “mencoba mengerti arti hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s